Rabu, 22 Oktober 2014 13:19
Caring by Sharing | Kompas.com

KESEHATAN

"Sleep Texting", Gangguan Baru Anak Muda

Kamis, 23 Februari 2012 | 04:32 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

Oleh: Prasadja 
kompasiana: prasadja

Tidur sambil berjalan (sleep walking) atau sambil berbicara (sleep talking) sudah sering kita dengar. Namun, belakangan muncul istilah sleep texting atau sleep tweeting di kalangan muda-mudi. Saya telah menemui tiga sampai empat kasus, di mana seseorang dalam tidurnya menulis kicauan di Twitter, mengetik SMS, atau membalas pesan BlackBerry Messenger (BBM) tanpa ingat apa pun di pagi harinya.

Sleep walking, sleep talking, atau sleep texting sebenarnya tak ada kaitannya dengan mimpi. Ia justru terjadi pada tahap tidur dalam.

Otomatisasi gerakan atau ucapan terjadi karena otak cukup terjaga untuk bergerak, tetapi cukup terlelap hingga tak ingat apa yang dilakukan. Kerancuan ini diasumsikan dipicu oleh beban utang tidur dan keku-rangan tidur yang parah.

Usia remaja dan dewasa muda adalah kelompok yang paling rentan kekurangan tidur. Kelompok usia ini masih butuh 8,5-9,25 jam tidur tiap harinya dengan jam biologis normal untuk tidur setelah lewat tengah malam.

Remaja memiliki kebiasaan rata-rata 90 menit sehari bertukar pesan dan mengetikkan lebih kurang 100 pesan sehari. Mereka dengan mudah terbangun secara otomatis untuk menjawab pesan di BBM saat tengah malam. Namun, isi dari pesan tersebut pun bahasanya kacau dan tak masuk akal.

Gangguan sleep texting masih terbilang baru. Namun, para ahli, di bidang kesehatan tidur, berpesan untuk mewaspadai gangguan ini. Bukan tak mungkin hal ini akan berkembang menjadi lebih serius.

Jika Anda pernah mengalami sleep texting atau sleep tweeting, jauhkan gadget dari jangkauan saat akan tidur. Matikan atau paling tidak aturlah dengan mode diam.

Cukupi tidur Anda! Jika sudah cukup tidur, tetapi masih mengalami gangguan, maka jangan ragu untuk periksakan diri ke dokter terdekat.

Selengkapnya: http://kom.ps/tN1b



IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui