Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Ikut KB Bikin Hidup Lebih Sehat

Bramirus Mikail | Asep Candra | Jumat, 24 Februari 2012 | 16:25 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama ini kebanyakan orang berpikir, untuk mencapai hidup sehat maka harus mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, rutin olahraga serta menjaga kebersihan lingkungan. Tapi orang lupa bahwa untuk mencapai hidup sehat juga harus ikut serta dalam program keluarga berencana.

Demikian disampaikan Prof. dr. Biran Affandi, Sp.OG (K), yang juga Wakil Asia Pasific Council of Contraception (APCOC), dalam temu media dengan tema 'Pentingnya Mempercepat Penyebaran Informasi Tentang Kontrasepsi', Jumat, (24/2/2012) di Jakarta.

"Kalau orang tidak berkeluarga berencana, maka orang itu memasukan dirinya ke dalam golongan yang tidak sehat," ucapnya.

Biran mengungkapkan, tingginya angka persalinan dan kelahiran sangat erat kaitannya dengan tingginya angka kematian ibu akibat terlalu banyak melahirkan. Oleh sebab itu, peran alat kontrasepsi menjadi sangat penting untuk mengatur kehamilan yang secara tidak langsung dapat menekan angka risiko kematian ibu akibat persalinan.

"Sejak lama kita sudah tahu bahwa jarak kehamilan yang terlalu rapat, kehamilan di usia sangat dini atau terlalu tua sebagai penyebab kematian pada ibu dan bayi," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Prof Biran juga kembali mengingatkan agar setiap ibu yang berencana hamil supaya dapat mengatur jarak antara dua kelahiran (sekitar 2-4 tahun). Berbagai riset telah menunjukkan bahwa jika jarak kehamilan terjadi di bawah dua tahun, maka risiko kematian ibu dan bayi mencapai 50 pesen. Tetapi setelah lewat tiga atau bahkan empat tahun, risiko tersebut akan semakin kecil.

Biran mengungkapkan bahwa sebagian besar dari negara-negara Asia Pasifik belum dapat menangani laju pertambahan angka kelahiran setiap tahunnya. Tingginya angka kelahiran tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis dan ekonomi.

"Semakin rendah ekonominya, semakin rendah pula pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan alat kontrasepsi," katanya.

Biran menambahkan, tingginya angka kematian ibu di suatu wilayah (daerah) umumnya disebabkan karena rendahnya tingkat pemakaian kontrasepsi. Sedangkan daerah yang angka kematian ibunya rendah, dapat dipastikan tingkat pemakaian kontrasepsi didaerah tersebut tinggi.



IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui