Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Pria Malas Pakai Alat Kontrasepsi karena Minim Pilihan

Bramirus Mikail | Asep Candra | Sabtu, 25 Februari 2012 | 08:38 WIB
|
Share:
shutterstock

KOMPAS.com — Masih banyaknya pria yang tidak mau menggunakan alat kontrasepsi dinilai oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief terjadi karena masih terbatasnya pilihan alat kontrasepsi.

Seperti diketahui, saat ini baru ada dua alat kontrasepsi untuk pria, yakni kondom dan Metode Operasi Pria (MOP) atau biasa disebut vasektomi. Data menunjukkan bahwa penggunaan kondom di masyarakat nyatanya masih sangat rendah dibandingkan jenis kontrasepsi lain, yakni kurang dari 10 persen.

"Untuk pria, kita memang menyadari ada kesulitan-kesulitan untuk meningkatkan pemakaian (alat) kontrasepsi. Oleh karena itu, kebijakan kita, BKKBN, adalah akan terus mendorong penelitian-penelitian untuk menemukan (alat) kontrasepsi baru bagi pria," katanya saat acara temu media di Jakarta, Jumat (24/2/2012).

Sugiri mengatakan, saat ini pihaknya tengah mem-backup pengembangan penelitian pil kontrasepsi untuk pria, yang berbahan dasar dari ekstrak daun gandarusa. "Baru sampai pada penelitian klinis fase ke-2," katanya.

Sugiri menambahkan, meskipun perjalanan pembuatan pil kontrasepsi pria ini masih panjang, hasil yang diperlihatkan cukup menggembirakan. Pasalnya, sampai sekarang belum ada keluhan atau tanda-tanda efek samping yang signifikan.

"Keluhan yang ditakuti selama ini kan, banyak pria takut setelah meminum pil tersebut tidak bisa 'berdiri' lagi," cetusnya.

Selain pembuatan pil kontrasepsi untuk pria, BKKBN kini juga tengah mendorong penelitian berupa suntik KB untuk pria. Akan tetapi, protokol penelitian untuk riset ini belum selesai. Apabila protokolnya sudah selesai, maka langkah-langkah berikutnya akan dibicarakan.

"Perlu dipahami, penelitian itu tidak isa dilakukan dalam waktu singkat karena memakan waktu cukup lama, 10-15 tahun," tutupnya.



IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui