Kamis, 17 April 2014 16:44

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Kelebihan Jengkol Berisiko Batu Ginjal

Penulis : Lusia Kus Anna | Selasa, 6 Maret 2012 | 15:02 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS.COM/FELICITAS HARMANDINI
Masyarakat Betawi memiliki jenis semur yang khas yang tiada duanya, yaitu semur jengkol.

Kompas.com - Meski menimbulkan bau tidak sedap namun jengkol termasuk dalam bahan pangan yang disukai banyak orang. Namun jika Anda termasuk penggemar masakan berbahan jengkol sebaiknya batasi konsumsinya karena berisiko meningkatkan risiko batu ginjal.

Batu ginjal bisa terbentuk kalau urin terlalu pekat. Sebuah batu ginjal bisa menyebabkan rasa nyeri yang hebat. Nyeri bisa dimulai dari punggung atau tubuh bagian samping di bawah tulang iga paling bawah.

"Jengkol mengandung asam jengkolat atau jengcolid acid. Jika konsenstrasi asam ini tinggi bisa meningkatkan risiko kristal pada saluran kemih," kata dr.Parlindungan Siregar, Sp.PD, dari bagian ginjal dan hipertensi, departemen penyakit dalam, FKUI, dalam acara seminar media dalam rangka Hari Ginjal Sedunia di Jakarta (6/3/12).

Konsenstrasi asam jengkolat yang tinggi juga kerap menyebabkan penderitanya sulit untuk buang air kecil atau terjadi retensi urin.

Tetapi para penggemar jengkol tidak perlu khawatir karena konsentrasi asam jengkolat yang tinggi bisa dinetralkan dengan bikarbonat atau minuman soda atau konsumsi air yang cukup. "Tetapi tetap saja konsumsi jengkolnya jangan berlebihan," katanya.

 



IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui