Senin, 20 Oktober 2014 20:04
Caring by Sharing | Kompas.com

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

9 Cara Depresi Merusak Kesehatan Anda

Penulis : Bramirus Mikail | Selasa, 13 Maret 2012 | 09:11 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

KOMPAS.com - Beberapa di antara kita mungkin sudah ada yang pernah mengalami depresi. Depresi tidak hanya mengganggu aktivitas sosial keseharian, tetapi juga dapat berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan.

"Emosi memengaruhi kesehatan fisik Anda," kata ahli jantung, Nieca Goldberg, MD, direktur medis dari New York University Women Heart Program, sekaligus penulis The Complete Guide to Women Health.

Untuk mengetahui lebih banyak lagi bagaimana cara depresi memengaruhi kondisi kesehatan seseorang, berikut adalah penjabarannya :

1. Sakit dan sedih

Depresi yang berlangsung dalam jangka waktu lama dapat menurunkan kekebalan tubuh seseorang, dan membuat Anda menjadi lebih gampang sakit.

"Anda memiliki kesempatan lebih tinggi untuk mengalami pilek atau infeksi," kata Katherine Muller, seorang psikolog klinis dari Center for Integrative Psychotherapy, Allentown.

Tahun 2009, para ahli dari Stanford University menemukan bahwa wanita depresi dengan kanker payudara memiliki kadar hormon stres (kortisol) lebih tinggi dan hampir setengah dari pasien tersebut kekebalan tubuhnya menurun.

Cara mengatasi: aktivitas fisik dan menghindari stres adalah kunci untuk menjaga sistem kekebalan tubuh Anda tetapi sehat. Muller menganjurkan agar setiap orang berolahraga minimal 30 menit sehari (3 kali dalam seminggu).

2. Masalah jantung

Depresi dapat meningkatkan kadar hormon stres, seperti kortisol, epinefrin dan norepinefrin, yang juga meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, kata Goldberg.

"Tingkat kortisol yang lebih tinggi membuat arteri lebih rentan terhadap timbulnya plak," jelasnya. Goldberg menjelaskan, timbunan lemak plak yang menyumbat arteri, pada akhirnya berpotensi dalam memblokir aliran darah yang dapat memicu serangan jantung dan stroke.

3. Merusak diet

Orang dengan depresi umumnya akan mengalami perubahan pola makan. Pada kondisi tersebut seseorang cenderung merasa lebih mudah lapar atau tidak memiliki selera makan.

Muller mengatakan, jika selera Anda makan Anda mulai hilang, makanlah sesuatu yang kecil dan sehat - seperti sayuran, buah atau kacang - setiap tiga jam.

"Makan secara teratur akan kembali mengatur nafsu makan Anda," terang Muller.

4. Menurunkan gairah seks

Orang dengan depresi memiliki tingkat hormon serotonin lebih rendah.  Serotonin adalah zat kimia pada otak yang membuat perasaan senang. Kondisi ini juga dapat memengaruhi keinginan Anda untuk melakukan hubungan seks.

Muller mengatakan, seseorang tidak dapat mengisi ulang libido mereka tanpa terlebih dahulu mengobati masalah depresi. Sayangnya, banyak obat antidepresan yang justru memiliki efek menekan nafsu seksual.

Mengonsumsi minyak ikan dalam bentuk kapsul mungkin bisa menjadi solusi untuk mengurangi kecemasan. Tracy Latz, M.D, ahli psikiater yang juga penulis buku Shift: A Women Guide to Transformation mengatakan, asam lemak omega-3 memiliki efek menenangkan tidak langsung pada otak. Ia menyarankan untuk memulai mengonsumsi satu kapsul (200-250 miligram) minyak ikan sehari selama seminggu.

 "Jika setelah 10 hari tidak ada perubahan, berarti cara ini tidak berhasil," katanya.

5. Merusak energi

Jangan hanya termenung dan duduk di kursi jika Anda sedang mengalami depresi. Carilah aktivitas yang dapat membuat Anda bahagia dan merasa produktif.

Muller mengatakan, dengan melakukan beberapa tugas sederhana seperti mencuci piring, atau belanja untuk dapat memiliki efek besar pada peningkatan energi. Ia menambahkan, beberapa kesenangan kecil lainnya seperti menghabiskan waktu bersama teman atau menonton film bersama teman dapat membantu meningkatkan kembali energi Anda yang hilang.

6. Sabotase waktu tidur

Depresi bisa memengaruhi dan mengganggu pola tidur. Orang dengan depresi umumnya kurang mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Beberapa di antara mereka cenderung tetap terjaga sepanjang malam karena tubuh mereka "tidak mendapatkan isyarat untuk tidur," kata Barbara E. Ensor, Ph.D., seorang psikolog dari Marin Stella.

Untuk mengatasinya, Ensor menyarankan agar setiap orang dengan depresi secara bertahap mendongkrak aktivitas keseharian mereka (5-10 menit) untuk membuat mereka mengantuk di malam hari.

7. Memicu nyeri

Sakit kepala sering terasa lebih buruk ketika perasaan Anda sedang sedih. Sebuah studi pada 2010 di Oxford University menemukan, orang dengan depresi cenderung memiliki rasa sakit lebih kuat ketimbang orang yang bahagia, setelah dilakukan pemeriksa scan pada otak.

"Orang dengan depresi akan melihat segala sesuatu dengan cara yang negatif. Mereka juga memiliki kegiatan yang lebih sedikit untuk mengalihkan perhatian mereka dari rasa sakit,"  kata Ensor.

8. Masalah perut

Apakah depresi Anda terkait dengan kecemasan? Jika ya, mungkin kondisi ini akan memicu munculnya diare, sakit perut dan maag, kata Latz.

"Perasaan cemas menciptakan asam lambung lebih banyak, yang menyebabkan masalah pencernaan," katanya.

9. Nyeri punggung

Latz menerangkan bahwa orang yang mengalami depresi cenderung memiliki kebiasaan atau gaya hidup sedentari (kurang aktif bergerak).

"Ketika kita duduk lebih lama, otot-otot kaki kita secara kronis tertekuk. Ketika Anda berdiri, otot pada kaki yang menempel pada panggul akan tertarik, sehingga menciptakan beban berlebih pada punggung bagian bawah," katanya.

Latz juga menambahkan, banyak orang dengan depresi yang mengalami kenaikan berat badan, yang membuat tekanan pada pinggang menjadi lebih besar.

Cara mengatasi : Latz memberikan saran, biasakan untuk menggunakan waktu istirahat dari kursi meja kerja Anda setiap jam selama 5-15 menit, lalu ubah posisi dan lakukan peregangan pada otot-otot kaki.


Sumber :
Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui