Kamis, 17 April 2014 04:52

BLOG EXPERTS KOMPASIANA / ARTIKEL

Dr. Andri, Sp.KJ


Seorang psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik dan Psikiatri Liaison. Lulus Dokter dan Psikiater dari FKUI. Mendapatkan pelatihan di bidang Psikosomatik dan Biopsikososial dari American Psychosomatic Society. Anggota dari American Psychosomatic Society dan The Academy of Psychosomatic Medicine. Sehari-hari mengajar di FK UKRIDA dan dokter penanggung jawab Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang

Gangguan Medis pada Pasien Bipolar

Penulis : Dr. Andri, Sp.KJ | Selasa, 13 Maret 2012 | 09:33 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

KOMPAS.com - Sepuluh tahun belakangan ini, mulai terdapat bukti-bukti penelitian yang mengatakan bahwa pasien dengan gangguan bipolar mempunyai risiko yang tinggi meninggal di usia muda akibat kondisi medis umum selain daripada kondisi yang berkaitan dengan kecelakaan ataupun bunuh diri.

Beberapa penyebab meningkatnya kematian usia muda pada penderita gangguan bipolar adalah diet yang tidak sehat, kegemukan, makan yang berlebihan, gaya hidup yang berubah-ubah, merokok, tinggal sendirian atau tidak menikah serta tidak memiliki tempat tinggal, akses yang kurang ke pelayanan kesehatan, perlakuan yang salah dari para pekerja kesehatan, tidak terdiagnosisnya gangguan medis oleh para penyedia pelayanan kesehatan jiwa termasuk psikiater dan penyalahgunaan zat.

Gangguan bipolar merupakan gangguan jiwa yang ditandai oleh perubahan mood, pikiran, energi dan perilaku yang dramatis. Misalnya, dari perasaan senang luar biasa atau uring-uringan menjadi perasaan sedih disertai rasa putus asa.

Faktor biologis yang berhubungan dengan kondisi gangguan bipolar seperti hubungannya dengan stres dan sistem imunitas, aktivitas aksis hipotalamus, peningkatakan akivifitas sistem saraf simpatis dan efek samping metabolik akibat penggunan obat psikofarmaka juga meningkatkan risiko kematian pada pasien bipolar.

Seperti juga banyak penelitian lain mengatakan bahwa individu dengan gangguan bipolar tercatat lebih mempunyai risiko tinggi yang signifikan untuk mengalami kematian usia muda dari penyebab alami dibandingkan dengan populasi umum.

Beberapa penelitian mengatakan, ada beberapa penyakit yang berhubungan dengan penyebab kematian usia muda pasien dengan gangguan bipolar antara lain ; gangguan kardiovaskular, pernapasan, cerebrovaskular dan gangguan endokrin. Dari semua penyebab itu, penyakit kardiovakular nampaknya berhubungan dengan peningkatan risiko kematian sebesar 35% sampai dua setengah kali lipatnya.

Gangguan medis terkait pasien bipolar

Komorbiditas gangguan medis pada pasien bipolar berhubungan dengan peningkatan gejala depresif pasien bipolar dan meningkatkan risiko keparahan dari gangguan bipolarnya sendiri. Selain itu, seperti yang telah disebutkan di atas, kondisi gangguan medis pada pasien gangguan bipolar juga akan memperbesar risiko mengalami kematian di usia muda.

Beberapa ganguan medis yang paling sering ditemukan pada pasien dengan gangguan bipolar adalah gangguan kardiovaskuler, gangguan endokrin seperti diabetes mellitus, hiperlipidemia dan obesitas. Selain itu beberapa penyakit seperti migrain, gangguan pernapasan, gangguan tiroid serta penyakit infeksi pada beberapa studi dikatakan lebih besar prevalensinya terjadi pada pasien dengan gangguan bipolar daripada populasi umum.

Tatalaksana

Walaupun penggunaan obat berkaitan dengan efek samping yang kerap menimbulkan gangguan medis, pengobatan pada gangguan bipolar harus maksimal dengan memperhatikan beberapa hal yang bisa menyebabkan timbulnya gangguan medis. Untuk itu, pemilihan obat yang tepat dan modifikasi gaya hidup adalah sesuatu yang harus dipikirkan baik-baik dalam menangani pasien-pasien dengan gangguan bipolar.

Sebagai suatu penyakit yang kronis dan berulang maka pengobatan yang efektif akan menjamin kualitas hidup pasien yang lebih baik. Selain itu, pemilihan obat dan strategi yang tepat untuk pasien bipolar akan mengurangi risiko mengalami gangguan medis. Tentunya ini dengan melihat bahwa hal ini sangat bersifat individu sehingga dokter harus benar-benar terampil dan pandai dalam menangani pasien-pasien dengan gangguan bipolar.

*Disarikan dari presentasi Komorbiditas Medis Pada Pasien Bipolar pada tanggal 9 Maret 2012 di Konas Bipolar Pertama di Surabaya.


Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui