Jumat, 1 Agustus 2014 14:47

Kesehatan

Nelayan Sulut Dapat Jaminan Kesehatan Gratis

Penulis : Jean Rizal Layuck | Kamis, 15 Maret 2012 | 22:26 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi: Perahu nelayan.

MANADO, KOMPAS.com - Ribuan nelayan di Sulawesi Utara mendapat jaminan kesehatan, berupa pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas, rumah sakit swasta dan pemerintah. Jaminan kesehatan kepada nelayan, berupa obat dan perawatan rujukan rumah sakit luar daerah.

Pencanangan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) Sulawesi Utara untuk nelayan, dilakukan di Kabupaten Minahasa Utara ditandai pemberian sejumlah kartu Jamkesda kepada para nelayan, Kamis (15/3/2012).

Kepala Dinas Kesehatan Sulut, Maxi Rondonuwu, menyebut target Jamkesda nelayan sebanyak 20.000 orang ditopang dana APBD Sulut senilai Rp 8,5 miliar per tahun, serta APBD kabupaten dan kota senilai Rp 7 miliar. Jamkesda untuk nelayan itu pertama di Indonesia, mengingat kehidupan nelayan berisiko gangguan kesehatan.

Jumlah nelayan yang telah memperoleh kartu Jamkesda hingga Kamis ini, sebanyak 2.000 oran. Mereka beralamat di Kota Manado, Kabupaten Minahasa Selatan, dan Kabupaten Minahasa Utara.

"Tidak ada batas umur, semua nelayan di Sulut harus masuk dan didaftar ke Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi," katanya.

Balai kesehatan nelayan di kabupaten perbatasan seperti Sangihe, Sitaro, dan Talaud, berada di tempat pelelangan atau pelabuhan perikanan.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulut, Happy Joy Korah, menambahkan, jumlah nelayan miskin di Sulawesi Utara hanya sekitar 12.000 orang, sebagian terdapat di Sangihe dan Talaud.

Menurut Korah, kehidupan nelayan kota termarjirnalkan oleh kegiatan pembangunan jalan pantai, sehingga mereka perlu mendapat prioritas.

Ia menyebutkan, jumlah nelayan Kota Manado sekitar 1.000 orang, tetapi yang terdaftar mendapat Jamkesda baru 200 orang.

Vecky Caroles dari Asosiasi Nelayan Tradisional Kota Manado, mengatakan pula, banyak nelayan tidak tahu program Jamkesda pemerintah provinsi. " Kami sendiri, pengurus asosiasi nelayan tradisional, baru tahu ada program Jamkesda," katanya.

Menurut Caroles, selama ini perhatian pemerintah terhadap kehidupan nelayan sangat minim. Banyak nelayan Kota Manado menganggur, karena tergusur pembangunan jalan pantai. Nelayan tidak mendapat jaminan hidup saat tidak melaut karena ombak tinggi.

"Kami dengar dari berita televisi, Menko Kesra memerintahkan memberi beras kepada nelayan yang gagal melaut karena ombak. Tetapi sampai hari ini beras tak pernah kami dapat," katanya.

 


Editor :
Agus Mulyadi

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui