Rabu, 30 Juli 2014 17:38

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Rendahnya Kolesterol Jahat dan Risiko Kanker

Penulis : Bramirus Mikail | Selasa, 27 Maret 2012 | 13:52 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

KOMPAS.com - Menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL adalah salah satu strategi utama untuk mencegah terjadinya penyakit kardiovaskular. Namun, menurut kajian terbaru para ahli, kadar kolesterol LDL yang terlalu rendah berkaitan dengan kasus kanker.

Dalam sebuah riset terbaru, para ilmuwan di Amerika Serikat mengamati sebanyak 201 pasien kanker dan 402 pasien tanpa kanker. Peneliti menemukan bahwa pasien kanker yang tak pernah menggunakan obat penurun kolesterol ternyata memiliki tingkat kolesterol jahat atau "LDL" yang lebih rendah rata-rata 19 tahun sebelum terdiagnosis kanker.

Para peneliti mengatakan, temuan ini menunjukkan adanya beberapa mekanisme yang mempengaruhi antara rendahnya kadar kolesterol LDL dan risiko kanker. Rencananya, temuan ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan American College of Cardiology (ACC) di Chicago.

Peneliti mengklaim temuan ini sebagai yang pertama yang menyelidiki hubungan antara kadar LDL rendah dengan risiko kanker terhadap pasien kanker yang tak pernah menggunakan obat penurun kolesterol. Dalam riset sebelumnya, peneliti telah menemukan hubungan kuat antara efek penggunaan obat penurun kolesterol untuk menurunkan kadar kolesterol LDL dan risiko kanker.

"Ada beberapa perdebatan, apakah obat yang digunakan untuk menurunkan kolesterol dapat menyebabkan kanker? Tetapi bukti sejauh ini menunjukkan bahwa obat sendiri tidak meningkatkan risiko kanker. Dalam studi ini, kami ingin melihat hubungan antara risiko kanker dan kolesterol LDL rendah pada orang yang belum pernah memakai statin atau obat penurun kolesterol, "kata pemimpin penelitian, Dr Paul Michael Lavigne dari Tufts Medical Center di Boston.

Meskipun studi ini menemukan hubungan antara kadar LDL yang rendah dan peningkatan risiko kanker, hal itu tidak membuktikan adanya hubungan sebab-akibat.

"Saya percaya bahwa menurunkan kadar kolesterol LDL, dapat secara signifikan menurunkan risiko kejadian kardiovaskular. Tetapi hubungan antara kolesterol LDL rendah dan kanker masih merupakan hipotesis dan perlu pengujian lebih lanjut," sambung Dr Jeffrey Berger, direktur trombosis kardiovaskular dari NYU Langone Medical Center, yang juga asisten profesor dari NYU School of Medicine di New York City.

"Hubungan antara kolesterol LDL rendah dan risiko kanker telah menjadi topik yang menarik, tetapi kita tidak dapat menarik kesimpulan dari studi ini," tambah Berger.

"Studi ini menunjukkan bahwa mungkin ada semacam atribut unik pada orang yang memiliki kadar LDL rendah sehingga dapat membuat mereka rentan terkena kanker, namun perlu penelitian lebih lanjut untuk melihat mengapa hal itu bisa terjadi," jelasnya.

Lavigne menegaskan, meskipun temuan ini menunjukkan adanya hubungan antara kadar LDL yang rendah dan kanker, ia tetap mendesak agar pasien dengan kolesterol LDL tinggi untuk meneruskan pengobatan dan menurunkan kolesterol LDL mereka untuk mencegah penyakit jantung.

"Tidak ada bukti untuk menunjukkan bahwa menurunkan kolesterol dengan cara pengobatan apapun dapat meningkatkan risiko kanker. Kami menduga mungkin ada beberapa mekanisme yang mempengaruhi antara kanker dan kadar kolesterol LDL rendah," kata Lavigne.

Sementara itu, ilmuwan lain mengaku sepakat bahwa pasien seharusnya tidak meninggalkan perubahan gaya hidup untuk menurunkan kolesterol atau berhenti minum obat penurun kolesterol terkait adanya temuan tersebut.

Dr David Friedman, kepala layanan gagal jantung dari North Shore Plainview Hospital, Plainview, N.Y, mengatakan, "statin digunakan untuk menurunkan kadar LDL sehingga pemakaiannya tidak boleh dihentikan jika penggunaannya sudah sesuai untuk menurunkan risiko penyakit jantung."


Sumber :
Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui