Selasa, 2 September 2014 18:36

BPOM Awasi Ikan Berformalin di Padang

Rabu, 18 April 2012 | 01:30 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS.com/Junaedi
Diduga menjual ikan berformalin yang membahayakan kesehatan konsumen, para pedagnag di polewlai mandar, sulawesi barat dirazia petugas gabungan dari dinas perindag, dinas pertanian dan satpol PP kota Polewali.

PADANG, KOMPAS.com — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan mengawasi penjualan ikan segar di sejumlah pasar tradisional di Kota Padang untuk mencegah beredarnya ikan mengandung formalin.

"BPOM bersama tim terpadu dari Balai Besar POM Padang, Dinas Kesehatan, serta Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan akan melakukan peninjauan ke sejumlah pasar tradisional di Kota Padang untuk memantau kelayakan peredaran ikan pada 19 April 2012," kata Kepala BPOM RI Lucky Oemar Said di Padang, Selasa (17/4/2012) malam. Menurut dia, peninjauan itu dilakukan untuk mengetahui apakah ikan yang beredar di kota itu mengandung formalin yang berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi atau tidak.

Ia menyatakan, BPOM juga mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang melakukan pengujian terhadap bahan pangan olahan yang diduga mengandung bahan berbahaya, seperti formalin atau zat pewarna. "BPOM juga terus melakukan pembinaan terhadap pedagang yang juga akan melibatkan dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan serta Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan," katanya.

Sementara untuk pengawasan barang-barang impor BPOM akan bekerja sama dengan polisi serta Bea dan Cukai. "Jika ada produk impor yang masuk ke Indonesia secara tidak legal, kami akan mengambil tindakan tegas dengan menyerahkannya ke pihak kepolisian," kata Lucky.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengakui, meski telah dilakukan pengawasan ketat terhadap produk-produk impor yang masuk ke daerah itu, tetapi masih ada produk ilegal bahkan tidak layak untuk dikonsumsi. "Kami berharap BPOM terus meningkatkan pengawasan sehingga tidak ada lagi barang-barang yang tidak aman dikonsumsi beredar di pasaran," katanya.


Sumber :
ANT
Editor :
Egidius Patnistik

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui