Rabu, 27 Agustus 2014 17:50

Serbuk Instant "Pemicu Lumpuh" Ditarik dari Peredaran

Penulis : Puji Utami | Senin, 23 April 2012 | 20:03 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS.com/PUJI UTAMI
Orang tua Salsabila Salis (13) ketika bertemu dengan dokter dan produsen minuman serbuk instant berkarbonasi di Rumah Sakit Permata Medika Ngaliyan Semarang, Sabtu (21/4/2012).

SEMARANG, KOMPAS.com - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menarik peredaran minuman serbuk instant berkarbonasi yang diduga menjadi pemicu kelumpuhan Salsabila Salis (13), warga Mijen Semarang untuk sementara waktu.

Penarikan produk akan dilakukan selama dilakukan penelitian lebih lanjut di BBPOM Semarang dalam kurun waktu sekitar dua minggu.

"Sementara dilarang beredar hingga ada kepastian bahwa minuman tersebut tidak berbahaya berdasarkan hasil laboratorium BBPOM," ungkap Kepala BBPOM Semarang Supriyanto Utomo, Senin (23/4/2012).

Ia mengatakan sudah melakukan langkah-langkah terkait hal ini. Antara lain yakni berkoordinasi dengan korban, pihak dokter yang menangani, pihak perusahaan serta Dinas Kesehatan terkait.

"Dokter ahli saraf yang menangani korban juga mengatakan masih melakukan observasi terkait penyebab  pasti kelumpuhan tersebut. Jadi belum tahu pasti penyebabnya apa," ujarnya. 

Menurutnya berdasarkan pengujian laboratorium kesehatan yang sudah dilakukan oleh dinas terkait diketahui air yang dipakai untuk menyeduh minuman itu kualitasnya tidak terlalu bagus. 

Diduga air tersebut mengandung mikrobiologi yang seharusnya tidak boleh untuk diminum. 

Setidaknya terdapat 123 karton minuman serbuk yang saat ini diamankan BBPOM dari distributor minuman tersebut.

Ia mengatakan sebelum edar, minuman instant itu memang sudah harus menjalani pemeriksaan dari laboratorium yang sudah mendapatkan rekomendasi dari pemerintah.

"Sebelumnya sudah dilakukan uji laboratorium dan laboratorium yang menguji menyatakan minuman itu memenuhi syarat dan laboratorium tersebut sudah terakreditasi," tambahnya. 

Ia mengatakan BBPOM akan tetap melakukan pengujian secara teliti dan hasilnya nanti akan disampaikan pada masyarakat. Sebab hal ini ungkapnya terkait dengan keamanan makanan yang akan dikonsumsi masyarakat sebagai konsumen.

Selain itu juga untuk menjaga produk tersebut jika memang tidak terbukti sebagai pemicu kelumpuhan.

"Nanti dilihat hasilnya, kalau memang tidak berbahaya ya tentu akan diizinkan untuk edar lagi," katanya.

Seperti diketahui, Salsa mengalami kelumpuhan diduga usai minum minuman serbuk instant berkarbonasi di sekolahnya sewaktu jam istirahat. Ia sempat pingsan selama dua jam sebelum akhirnya dibawa kerumah sakit.


Editor :
Tri Wahono

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui