Rabu, 26 November 2014 11:00

Harga Pakan Terus Naik

Kamis, 26 April 2012 | 02:53 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Tulang dan kulit ikan dijemur di perkampungan nelayan Muara Angke, Jakarta, Rabu (25/4). Tulang dan kulit ikan didapat dari pengolahan ikan. Setelah kering, tulang dan kulit ikan dijual ke pabrik sebagai bahan baku pakan ayam. Harganya Rp 2.500 per kilogram.

Jakarta, Kompas - Kesulitan bahan baku yang tidak bisa diatasi industri pakan memicu kenaikan harga sejumlah jenis pakan, seperti pakan ternak serta pakan ikan dan udang. Industri pakan terpaksa mengimpor karena minimnya pasokan bahan baku lokal.

Khusus untuk pakan ternak, industri pakan berencana menaikkan harga pakan ternak sekitar Rp 600 per kilogram menyusul kesulitan bahan baku utama pakan ternak, terutama jagung. Dengan kenaikan tersebut, harga pakan ternak akan naik dari Rp 5.000 per kilogram menjadi Rp 5.600 per kilogram .

Menurut Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak Sudirman, Rabu (25/4), di Jakarta, kenaikan harga bahan baku pakan saat ini gila-gilaan.

Sudirman menyebutkan, saat ini harga bungkil kedelai naik dari 420 dollar AS per ton menjadi 620 dollar AS. Selain itu, harga tepung daging dan tulang juga naik dari 550 dollar AS per ton menjadi 650 dollar AS. Adapun harga minyak sawit mentah (CPO) sudah menembus 1.200 dollar AS per ton.

”Rencana kenaikan harga pakan ternak sebesar Rp 600 per kilogram belum mempertimbangkan harga jagung. Kalau pasokan jagung bermasalah dan harga jagung naik, harga pakan bisa ikut naik lagi,” ujarnya.

Naik sejak pekan lalu

Harga pakan ikan dan udang berangsur naik sejak pekan lalu, sekitar Rp 100-Rp 150 per kilogram. Hal ini dipicu kenaikan harga bahan baku pakan yang sebagian diimpor dari luar negeri.

Ketua Asosiasi Produsen Pakan Indonesia Divisi Akuakultur Denny Indrajaya di Jakarta, kemarin, mengemukakan, kenaikan harga pakan ikan dan udang tidak bisa dihindari.

Bahan baku yang memicu kenaikan harga pakan ikan adalah tepung ikan dan tepung kedelai. Kenaikan harga pakan ini sangat bergantung pada kualitas dan jenis ikan yang digunakan untuk tepung.

Selama ini, pasokan tepung ikan impor masih mendominasi pasar dalam negeri. Pada tahun 2011, impor tepung ikan asal Peru berkisar 75.000-80.000 ton, sedangkan pasokan tepung ikan dalam negeri hanya 50.000 ton.

Denny menambahkan, kebutuhan pakan ikan dan udang terus meningkat. Tahun lalu, kebutuhan pakan naik 12 persen. Akan tetapi, suplai bahan baku pakan relatif stagnan, tidak sebanding dengan kenaikan konsumsi pakan dunia.

Harga pakan dari dalam negeri saat ini berkisar Rp 11.000- Rp 14.000 per kilogram tergantung dari kualitas. Harga itu lebih murah ketimbang harga pakan impor yang berkisar Rp 17.000 per kilogram. Namun, produksi tepung ikan lokal yang mengandalkan bahan baku ikan lemuru kerap terkendala bahan baku.

Karena itu, Denny meminta pabrik pakan untuk kreatif mencari bahan baku alternatif yang murah agar bisa menekan kenaikan harga pakan.

Secara terpisah, Ketua Shrimp Club Indonesia Iwan Sutanto mengemukakan, harga pakan ikan di Indonesia sudah sangat mahal dan tidak kompetitif ketimbang negara-negara lain.

Ia mencontohkan, di China dan Thailand, harga pakan dengan kadar protein 34 persen rata-rata 0,9 dollar AS per kilogram atau setara Rp 8.500 per kilogram. Di Filipina, harga pakan ikan sekitar 1 dollar AS per kilogram dengan kadar protein yang sama.

Harga tepung ikan di sejumlah negara lain juga naik, tetapi efisiensi produksi menopang pabrikan untuk tak menaikkan harga. ”Pabrikan seharusnya lebih kreatif mencari alternatif bahan baku agar tidak membebani pembudidaya dengan kenaikan harga pakan,” ujarnya. (MAS/LKT)



IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui