Jumat, 28 November 2014 21:28

BLOG EXPERTS KOMPASIANA / ARTIKEL

Dr. Andri, Sp.KJ


Seorang psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik dan Psikiatri Liaison. Lulus Dokter dan Psikiater dari FKUI. Mendapatkan pelatihan di bidang Psikosomatik dan Biopsikososial dari American Psychosomatic Society. Anggota dari American Psychosomatic Society dan The Academy of Psychosomatic Medicine. Sehari-hari mengajar di FK UKRIDA dan dokter penanggung jawab Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang

Psikoterapi Untuk Pasien Medis Umum

Penulis : Dr. Andri, Sp.KJ | Kamis, 10 Mei 2012 | 07:57 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock
Ilustrasi

KOMPAS.com - Beberapa hari lalu, saya memaparkan makalah berjudul "Brief Psychotherapy in Medically Ill Patient" atau Psikoterapi Singkat pada Pasien Kondisi Medis di penyelenggaraan Konas Psikoterapi di Hotel Novotel Mangga Dua, Jakarta. Sebagai psikiater yang mendalami bidang Consultation-Liaison Psychiatry dan Psikosomatik Medis, topik psikoterapi pun saya pilih yang berhubungan dengan kondisi medis umum.

Psikoterapi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kemampuan psikiater dalam merawat pasien-pasiennya. Beberapa kasus psikiatri yang ditemukan di klinik malahan lebih mengedepankan psikoterapi daripada psikofarmaka. Psikiater yang bekerja di rumah sakit umum sebagai bagian dari tenaga konsultan ataupun sebagai anggota tim dari suatu tim medis khusus juga akan sering melakukan psikoterapi pada pasiennya. Hanya saja biasanya psikoterapi yang dilakukan oleh psikiater pada pasien dengan kondisi medis umum agak berbeda dengan apa yang dilakukan pada pasien psikiatri yang tanpa mengalami kondisi medis umum. (Wise and Rundell,2005)

Pasien dengan kondisi medis umum sering kali mengalami gangguan mental emosional karena menderita sakitnya. Mereka juga sering kali menggunakan mekanisme adaptasi yang kurang dewasa walaupun pada banyak kondisi keadaan sakit berat pun dapat diterima dengan baik oleh pasien. Laporan dari Academy of Psychosomatic Medicine yang dipaparkan pada presentasi berjudul Value Added by CL/PM Services to Prevention & Treatment of Mental Disorders in the General Hospital mengatakan bahwa faktor psikososial bertanggung jawab terhadap 18-20% hari perawatan pasien di rawat inap (Saravay et al, 2010).

Walaupun demikian pasien biasanya tidak menyadari adanya kondisi mental emosional yang dialaminya. Hal ini yang membuat proses konsultasi dan psikoterapi oleh psikiater biasanya terjadi karena permintaan dokter yang merawat pasien dan bukan dari pasiennya sendiri.

Psikoterapi medis

Psikoterapi yang dilakukan oleh pasien dengan kondisi medis umum di rumah sakit umum pada banyak kepustakaan dikenal dengan istilah psikoterapi medis atau medical psychoterapy (Wise and Rundell, 2005). Dr Lipsitt tahun 2002 mengatakan bahwa Psikoterapi Medis ditujukan untuk pasien medis umum dan dilakukan oleh dokter yang terlatih di bidang psikiatri. Psikoterapi medis harus dilakukan oleh psikiater karena selain perlu melakukan psikoterapi, psikiater juga perlu memahami kondisi medis umum yang dialami pasien. Latar belakang dokter membuat psikiater lebih mampu memahami kondisi medis umum daripada praktisi psikoterapi lainnya (Lipsitt, 2002).

Hal yang mendorong dokter untuk mengkonsultasikan kepada psikiater untuk dilakukan psikoterapi biasanya berhubungan dengan kondisi mental emosional pasien yang mempersulit penyembuhan dan perawatan pasien. Kondisi mental emosional yang dimaksud biasanya berhubungan dengan ciri kepribadian tertentu yang dimiliki pasien. Selain itu pasien dikonsulkan kepada psikiater untuk dilakukan psikoterapi jika terdapat masalah hubungan komunikasi antara pasien dan staf rumah sakit yang sekiranya dianggap dapat menghambat terapi pasien.

Beberapa pasien tidak menyadari adanya masalah emosional yang dialaminya dan bagaimana kondisi itu berpengaruh terhadap proses pengobatan pasien. Inilah yang membuat pasien kurang termotivasi untuk menjalani psikoterapi yang diberikan atas saran dokter yang merawat karena bukan atas keinginan pasien sendiri. Namun demikian banyak pasien yang menyenangi proses psikoterapi ini. Pasien sering menganggap bahwa konsultasi dengan psikiater dalam cakupan psikoterapi adalah suatu bonus dalam perawatan medisnya.

Banyaknya hal yang mempengaruhi proses psikoterapi pada pasien dengan kondisi umum di perawatan inap membuat psikiater biasanya melakukan psikoterapi secara singkat. Singkat dalam hal ini diartikan dari waktu pertemuan dan jumlah sesi psikoterapi yang diberikan. Walaupun demikian banyak manfaat yang bisa diambil dari proses psikoterapi singkat ini. Itulah mengapa dalam praktek, psikiater perlu memahami dengan baik teknik psikoterapi singkat sehingga pertemuan tunggal pun akan berguna bagi pasien.

Sampai bertemu di Konas Psikoterapi selanjutnya.

Salam Sehat Jiwa






Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui