Minggu, 26 Oktober 2014 06:33
Caring by Sharing | Kompas.com

Autis Center di Mataram Segera Dibangun

Sabtu, 12 Mei 2012 | 13:20 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Anak-anak autis memainkan musik angklung pada perayaan HUT Ke-15 Yayasan Autisma Indonesia (YAI) di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Rabu (14/3). Pentas ini selain untuk menunjukkan anak autis mampu berkarya, juga menyosialisasikan seluk-beluk autisme anak kepada masyarakat.
TERKAIT:

Kompas.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan segera membangun "Autis Center" di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai pusat pendidikan bagi anak yang mengalami gangguan perkembangan otak. Sebelumnya sudah dibangun autis center di DKI Jakarta, Malang, Makasar, Padang, dan Denpasar.

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar Kemdikbud DR Mujito, di Mataram, Sabtu, mengatakan pembangunan Autis Center senilai Rp5 miliar tersebut dimulai tahun ini.
     
"Anggaran untuk pembangunannya dialokasikan melalui APBN Perubahan yang saat ini masih dibahas di DPR. Saat ini, kami juga masih melakukan verifikasi di daerah, termasuk kesiapan lahan oleh pemerintah daerah yang dilengkapi dengan sertifikat," katanya disela rapat koordinasi dengan seluruh kepala dinas kabupaten/kota di NTB dan kepala ekolah luar biasa.
     
Mujito mengatakan Provinsi  NTB menjadi prioritas pembangunan Autis Center karena jumlah anak penderita autisme di daerah itu cukup besar.

Autisme adalah suatu kondisi yang mengenai seseorang sejak lahir atau pun saat masa berusia di bawah lima tahun (balita), yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal, akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif.
     
"Prevalensi penderita autisme di Indonesia terus meningkat, jadi autis center inilah jawabannya. Kami ingin memberikan perhatian lebih kepada mereka sehingga bisa setara dengan anak normal lainnya," ujarnya.
     
Ia menegaskan, keberadaan lembaga pendidikan tersebut nantinya dihajatkan untuk menampung seluruh anak autis dari semua golongan ekonomi untuk mendapat pembinaan dari semua aspek sehingga bisa setara dengan anak-anak normal lainnya.
     
Meski tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah penderita autis di Indonesia, termasuk di NTB, Mujito memastikan jumlahnya terus bertambah di sejumlah daerah.  "Hal itu dilihat dari banyaknya jumlah penderita autisme yang masuk ke sekolah luar biasa," katanya.

Ia mengatakan, penyediaan sumber daya manusia Autis Center, seperti tenaga pengajar, psikolog, dokter dan lain sebagainya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi NTB.
     
Selain menyediakan SDM, Mujito juga berharap Pemprov NTB mau berbagi anggaran untuk penyelesaian akhir, seperti pembuatan taman dan lain sebagainya. "Kami harapkan pembangunan Autis Center itu betul-betul mendapat dukungan semua pihak tidak hanya pemerintah pusat," katanya.

 


Sumber :
ANT
Editor :
Lusia Kus Anna

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui