Minggu, 26 April 2015

Health

Sulit Menyusui karena Puting Datar

Jumat, 18 Mei 2012 | 10:05 WIB

TANYA :

Saya adalah seorang ibu yang baru mempunyai seorang bayi.  Umur bayi saya baru 4 minggu. Saya mempunyai beberapa pertanyaan ;

1. Saya mengalami kesulitan memberikan ASI pada bayi saya karena saya mempunyai puting datar. Sejak bayi saya berumur beberapa hari, dia terbiasa menyusu dengan menggunakan sambungan puting. Sampai saat ini, ketika saya tidak menggunakan sambungan puting bayi saya tidak dapat menyusu. Bagaimana solusinya?

2. Sejak memasuki usia 4 minggu, bayi saya tidur bertambah lama. Pernah dia tidur dari jam 16.00 sampai jam 2.00 pagi dini hari, padahal sudah saya bangunkan beberapa kali buat sekedar menyusu tapi tidak berhasil. Yang saya khawatirkan bagaimana saya memberikan ASI kalau bayi saya tidur pulas. Mohon solusinya? Terima kasih.



(Umi, 26, Tegal)



JAWAB :


Halo ibu Umi. Memang terasa agak sulit ya, menyusui dengan kondisi puting datar. Tetapi kenyataannya, menyusu itu sebenarnya pada payudara, bukan puting. Upayakan bayi membuka mulutnya lebar-lebar saat akan menyusu, sehingga sebagian besar bagian yang berwarna gelap di sekitar puting (areola) masuk ke mulut bayi.

Caranya, pancing hidung/mulut/pipi bayi dengan jari, sampai scara refleks mulutnya membuka, kira-kira selebar ketika bayi menguap. Ketika mulut sudah terbuka lebar, cepat2 arahkan kepala bayi ke payudara, sampai sebag besar areola masuk ke mulutnya. Begitulah pelekatan yang baik.

Bila pelekatan sudah baik, seharusnya sambungan puting sudah tidak diperlukan lagi. Ibu Umi juga dapat menghubungi konselor laktasi apabila masih mengalami kesulitan.

Untuk masalah tidurnya, bila bayi ibu tidak kekuningan, pertambahan berat badan baik, buang air kecil minimal 6 kali sehari, artinya dia cukup mendapat ASI dan tidur cukup lama tidak masalah.

Semoga membantu dan Salam ASI

Andriana Chaizir, Ketua AIMI Jawa Barat dan Konselor Menyusui.


 

 

Editor : Asep Candra