Jumat, 3 Juli 2015

Health

RS Fatmawati Gelar Kampanye Anti Rokok

Kamis, 31 Mei 2012 | 13:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada hari ini (31/5), RS. Fatmawati menggelar kampanye simpatik untuk menyampaikan pesan-pesan bahaya rokok dan betapa segarnya udara tanpa asap rokok.

Kampanye yang digelar kepada pasien itu dipimpin langsung oleh Direktur Medik dan Keperawatan RS Fatmawati dr. Lia G. Partakusuma. "Tidak cuma acara kampanye ini saja. Nanti kami akan adakan penyuluhan terhadap karyawan, pasien, dan pengunjung," kata dr. Lia kepada wartawan saat kegiatan berlangsung.

Kampanye dilakukan dengan berkeliling kawasan rumah sakit di bilangan Cilandak itu sambil mengusung poster-poster antirokok. Ditemani sejumlah karyawan dan simpatisan, dr Lia mengunjungi kawasan parkir, ruang tunggu, kantin, hingga ke bilik-bilik karyawan.

Semua orang yang ditemui sedang merokok langsung dihampiri. Di tempat-tempat tersebut mereka melakukan aksi teatrikal yang menggambarkan orang yang menderita berbagai penyakit karena merokok.

Mereka mengenakan pakaian dengan berbagai simbol, seperti batangan rokok dan paru-paru rusak, serta membawa poster organ tubuh mulai dari bagian otak hingga ke jari-jari kaki yang terganggu akibat merokok.

Kawasan parkir yang merupakan salah satu tempat favorit perokok tak luput dari aksi kampanye tersebut. Di antara mereka terdapat Deden, sopir pribadi, yang sedang merokok. Ia pun langsung didekati. "Kamu nggak usah merokok lagi karena merusak kesehatan. Ganti sama ini aja," kata salah seorang petugas seraya menyodorkan permen sebagai pengganti rokok. Setiap orang yang ditemukan sedang merokok langsung ditawari permen ditambah gantungan kunci kampanye antirokok.

Salah seorang simpatisan kampanye tersebut, Eta (50), mengatakan mendukung kegiatan Hari Tanpa Tembakau ini. "Banyak orang lain yang dirugikan, bukan hanya perokoknya sendiri," katanya. Ia berharap akan semakin banyak orang yang tertarik untuk berhenti merokok. Selain itu, ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan di wilayah publik lainnya yang kerap menjadi tempat merokok.

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Lusia Kus Anna