Senin, 22 Januari 2018

Health

Latar Belakang Si Dia yang Harus Anda Ketahui

KOMPAS.com - Menikah merupakan suatu siklus dalam kehidupan manusia yang umumnya akan dilalui. Namun, untuk melalui fase ini kita tidak dapat sekadar mengandalkan naluri. Kita juga butuh ilmu. Konsultan Indra Noveldy mengungkapkan, ilmu pengetahuan saat menikah dibutuhkan untuk membantu menciptakan kebahagiaan dan mempertahankan rumah tangga.

"Tetapi ilmu pengetahuan ini bukan seperti ilmu pengetahuan yang dipelajari di sekolah. Pengetahuan yang dibutuhkan adalah pengetahuan tentang pasangan," beber Indra, dalam seminar pernikahan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ilmu pengetahuan yang harus dimiliki saat akan menikah berupa pengenalan tentang diri pasangan secara mendalam. Menurut Indra, pengetahuan yang mendalam ini akan membantu mengetahui tingkat kedewasaan pasangan dan pola pikirnya.

Beberapa pengetahuan mengenai diri pasangan yang harus Anda ketahui sebelum Anda menikah antara lain:

1. Kondisi keluarga
Mencari tahu tentang latar belakang keluarga calon pasangan mungkin bukan hal yang baru. Namun, yang perlu Anda ketahui bukan sekadar status kekayaan, atau latar belakang keluarganya saja, tetapi juga pada kepribadiannya. Misalnya, kehidupan masa kecil si dia.

"Cari tahu apakah dia pernah mengalami bullying sewaktu kecil, diasingkan oleh keluarganya, atau punya orangtua yang sering bertengkar," sarannya. Meski terlihat sepele, namun jika hal ini sudah lama terjadi, menurut Indra akan memengaruhi pola pikir dan programming di otaknya mengenai kehidupan pernikahan.

2. Nilai-nilai pribadi
Hal ini merupakan syarat utama saat Anda memutuskan untuk menikahi seseorang. Kenali dirinya melalui jenis pekerjaan yang digelutinya, kehidupan kariernya, keuangannya, dan sisi spiritualitasnya.

"Mengenali kariernya dengan tepat, dan bukan hanya berdasarkan hal-hal yang terlihat, akan membantu Anda mengetahui sifatnya seperti workaholic atau tidak. Ini akan membantu Anda mengetahui cara mengantisipasinya," jelas Indra.

Selain itu, sisi spiritualitas juga harus diketahui, karena pria akan menjadi kepala keluarga yang diharapkan mampu membimbing kehidupan kerohanian anggota keluarganya.

3. Prinsip hidup
Setiap orang pasti punya prinsip hidup masing-masing. Namun, banyak pasangan yang tidak mengetahui prinsip hidup pasangannya, dan cenderung menyepelekan karena dianggap tidak penting. Tak ada salahnya untuk bertanya pada pasangan tentang prinsip hidupnya agar tak kaget setelah menikah. Prinsip dasar ini antara lain menyangkut tentang kehidupan setelah menikah, misalnya apakah Anda masih boleh bekerja, dan lain-lain.

"Biasanya mereka mulai sadar punya prinsip hidup yang berbeda setelah menikah, dan hal ini akan menimbulkan konflik yang cukup serius di antara mereka," tukas Indra. Perbedaan prinsip sampai saat ini masih menjadi masalah utama yang menyebabkan banyak pasangan akhirnya bercerai.

4. Kebutuhan emosional dan pribadi
Salah satu kebutuhan emosi dan pribadi setiap orang adalah untuk dimengerti dan dicintai oleh pasangannya. Hanya saja dalam kehidupan pernikahan, antara dimengerti dan mengerti harus berjalan seimbang. Selain itu, jangan lupa mengetahui apa kebutuhan pribadi pasangan Anda, terutama kebutuhannya ketika menikah.

"Mengetahui apa yang menjadi kebutuhan pasangan akan membuat pernikahan berjalan lebih lancar dan juga lebih bahagia, karena kita saling tahu kebutuhan pasangan," pungkas Indra.

Editor : Dini