Selasa, 23 September 2014 19:22

LIFESTYLE / FITNES - ARTIKEL

Berlatih Yoga Percepat Pemulihan Pasien Stroke

Penulis : Bramirus Mikail | Selasa, 5 Juni 2012 | 11:54 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

KOMPAS.com - Berlatih yoga tidak hanya bermanfaat untuk melatih ketenangan pikiran dan jiwa. Riset terbaru menunjukkan, latihan yoga ternyata dapat meningkatkan pemulihan pada pasien stroke. Peneliti mengindikasikan, yoga mungkin bermanfaat untuk orang-orang yang menjalani rehabilitasi rawat inap pascaserangan stroke.

Temuan menunjukkan, berlatih yoga selama delapan minggu khususnya pada pasien stroke membantu meningkatkan keseimbangan dan fleksibilitas, gaya berjalan lebih kuat dan cepat, serta peningkatan kekuatan serta daya tahan.

Penelitian ini melibatkan para ilmuwan dari Richard L. Roudebush VA Medical Center di Indianapolis, Indiana University-Purdue University Indianapolis dan IU Bloomington. Mereka mengamati bagaimana kontribusi yoga dalam membantu orang usia lanjut untuk pulih dari penyakit stroke.

Masing-masing partisipan (pria dan wanita) telah menyelesaikan terapi okupasi pasca mengalami serangan stroke dan terapi fisik sebelum studi dilakukan, tetapi mereka masih terus memiliki gangguan.

Arlene Schmid, ilmuwan rehabilitasi di Roudebush VA Medical Center mengatakan, hilangnya kekuatan fungsional, fleksibilitas dan daya tahan adalah seseuatu yang umum terjadi setelah serangan stroke, yang dapat menyebabkan cacat jangka panjang.

"Dokter perlu metode untuk mengelola dan meningkatkan kemampuan pasien pascaserangan  stroke yang mengalami gangguan fisik," kata Schmid, asisten profesor terapi okupasi di School of Health and Rehabilitation Science di IUPUI.

Dari hasil analisa peneliti menemukan, berlatih yoga memberikan keuntungan dalam kekuatan fungsional, fleksibilitas dan daya tahan, serta adanya perbaikan yang signifikan di semua area. Aktivitas yoga mungkin telah meningkatkan pengawasan neuromuskuler, yang memungkinkan untuk perbaikan kekuatan pada anggota badan yang terkena dampak ataupun yang tidak terkena.

Tracy Dierks, profesor terapi fisik di School of Health and Rehabilitation Sciences, mengungkapkan, fokus analisis penelitian ini untuk melihat seberapa baik peserta studi bisa kembali berjalan setelah mengikuti program tersebut.

Dierks melaporkan, setelah program yoga setiap peserta menunjukkan keseimbangan lebih baik dan gaya berjalan lebih cepat dengan langkah panjang. Tetapi, meskipun para partisipan bisa berjalan lebih cepat, mereka tidak dapat mempertahankan kecepatannya selama enam menit.

"Temuan ini memiliki potensi untuk membantu proses pemulihan. Intervensi yoga dirancang untuk meningkatkan keseimbangan dan kami tidak terlalu fokus pada peningkatan kecepatan berjalan," kata Dierks.

Hasil penelitian ini berdasarkan kajian dari dua penelitian terbaru yang akan disajikan pada pertemuan tahunan dalam American College of Sports Medicine di San Francisco.


Sumber :
Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui