Selasa, 2 September 2014 13:45

LIFESTYLE / FOOD - ARTIKEL

Tak Doyan Serat, Diabetes dan Sakit Jantung Mendekat

Penulis : Bramirus Mikail | Rabu, 6 Juni 2012 | 11:35 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock
Ilustrasi makanan sehat

KOMPAS.com - Satu lagi alasan betapa penting memasukkan makanan berserat dalam menu harian. Penelitian terbaru di Amerika mengindikasikan, rendahnya asupan serat berkaitan dengan meningkatnya risiko mengidap penyakit jantung dan diabetes, bahkan di kalangan remaja. Para ahli menganjurkan, kebiasaan mengonsumsi serat perlu ditumbuhkan sejak anak-anak dan remaja untuk menghindari risiko kesehatan yang lebih besar di kemudian hari.

Seperti yang dirilis dalam Journal of Clinical Endokrinologi and Metabolism, para peneliti dari Georgia Health Science University mengamati 559 remaja berusia 14-18 tahun di Augusta, Georgia. Para remaja mengonsumsi rata-rata sekitar sepertiga dari jumlah harian serat yang direkomendasikan. Hanya sekitar 1 persen dari remaja memenuhi asupan serat harian yang direkomendasikan dari 28 gram untuk wanita dan 38 gram untuk pria.

Analisa studi menunjukkan, remaja yang tidak makan cukup serat cenderung memiliki perut lebih besar dan tingkat inflamasi yang tinggi dalam darah mereka. Kedua kondisi tersebut merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan diabetes. Meski demikian, peneliti memperingatkan, hubungan antara diet rendah serat dan risiko penyakit jantung dan diabetes pada remaja tidak membuktikan adanya hubungan sebab-akibat.

Dalam temuan tersebut, diketahui pula bahwa diet rendah serat berkaitkan dengan kadar lemak tubuh yang tinggi pada remaja wanita, tetapi tidak demikian halnya pada laki-laki.

"Pesan sederhana adalah remaja perlu makan lebih banyak buah, sayuran dan biji-bijian. Kita perlu mendorong rekomendasi untuk para remaja supaya meningkatkan asupan serat," kata Dr Norman Pollock, peneliti dan ahli biologi tulang dari Georgia Health Science University.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), makanan yang tergolong tinggi serat adalah gandum, sereal, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran tertentu (yang tidak terlalu matang).

Peneliti berpesan, setiap anak remaja perlu mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari hubungan dan risiko dari diet, kurang olahraga dan kegemukan. Namun, diakui peneliti bahwa mengajak anak-anak dan remaja untuk makan lebih banyak serat akan cenderung lebih sulit. Pasalnya, mereka cenderung lebih senang memilih makanan olahan. Sementara efek samping dari makan lebih banyak serat dapat mengakibatkan sering buang angin, kembung dan diare.

Pesan sederhananya adalah remaja perlu makan lebih banyak buah, sayuran dan biji-bijian
-- Dr Norman Pollock,


Sumber :
Healthday News
Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui