Sabtu, 19 April 2014 08:46

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Berlian untuk Perhiasan Gigi, Amankah?

Penulis : drg. Citra Kusumasari, SpKG | Jumat, 8 Juni 2012 | 14:21 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Shutterstock
Ilustrasi

KOMPAS.com - Apakah anda penggemar perhiasan bertahtakan berlian? Ternyata, saat ini berlian tidak hanya dipakai sebagai perhiasan dalam bentuk kalung, cincin, gelang ataupun anting saja. Tren terbaru di kalangan masyarakat saat ini adalah pemasangan berlian pada gigi!

Ya, banyak masyarakat yang menggunakan berlian di giginya untuk memenuhi penampilan estetik mereka, mendapatkan perhatian, menjadikan simbol fashion, serta ingin menjadi figur yang unik di komunitas mereka.

Berbagai jenis perhiasan yang dipakai di gigi ternyata tidak hanya berlian, perhiasan gigi yang terbuat dari emas putih 18 karat, emas kuning 22 karat dan 24 karat, atau kristal kaca juga populer digunakan. Berbagai macam warna dan bentuk tersedia untuk perhiasan yang didesain khusus untuk gigi tersebut. Pemasangan perhiasan biasanya dilakukan pada gigi seri kedua rahang atas atau gigi taring rahang atas.

Penting diketahui bahwa pemakaian perhiasan di gigi ini tidak sembarangan, anda harus mengetahui keuntungan, kerugian, dan prosedur yang baik dalam pemasangannya. Keuntungan dari pemasangan perhiasan di gigi, semata-mata hanyalah untuk kepentingan fashion.

Kerugian yang mungkin diterima adalah, adanya gangguan proses pengembalian mineral yang hilang pada gigi (remineralisasi gigi) karena adanya prosedur pemberian bahan asam untuk melekatkan perhiasan tersebut di gigi.

Namun, prosedur pemasangan perhiasan gigi yang dilakukan di dokter gigi dapat meminimalisasi efek samping yang akan diterima. Prosedur yang biasanya dilakukan adalah pemberian topikal fluor pada gigi yang telah dilakukan pemasangan perhiasan, untuk memfasilitasi remineralisasi pada email.

Hal lain yang perlu diingat dalam pertimbangan pemakaian perhiasan di gigi adalah kondisi gigi tersebut harus baik, sehat, bebas lubang, tidak goyang. Dan jika diperlukan, dokter akan terlebih dahulu melakukan perawatan syaraf terlebih dahulu.

Ketahanan perhiasan gigi ini biasanya tergantung prosedur pada saat pemasangan dan pemeliharaan oleh pasien. Biasanya, berkisar enam bulan atau lebih.  Terakhir, pasien harus mampu menjaga kesehatan dan kebersihan rongga mulutnya, serta rutin dilakukan pembersihan gigi-geligi oleh dokter gigi untuk menjaga ketahanan perhiasan gigi tersebut dan meminimalisasi efek samping yang akan timbul.

Jadi, apakah anda ingin memiliki senyum berlian?

 


Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui