Rabu, 26 November 2014 16:55

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Penderita Diabetes Perlu Persiapan Jelang Puasa

Penulis : Bramirus Mikail | Minggu, 10 Juni 2012 | 11:12 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

KOMPAS.com - Bulan Ramadhan atau bulan puasa akan tiba dalam beberapa pekan. Bagi penderita diabetes yang ingin berpuasa, sebaiknya beberapa minggu sebelum mulai berpuasa sudah mulai mempersiapkan diri. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan antara lain kondisi fisik, penyesuaian terapi obat harian, dan aspek yang berkaitan dengan gizi.

Demikian disampaikan dr. Hepi Hapsari, konsultan nutrisi dan diet dari Rumah Sakit Premier Bintaro, saat acara Diabetes Gathering XXVII dengan tema 'Diabetesi Saat Puasa Ramadhan', Sabtu, (9/6/2012) di kawasan Bintaro Tangerang.

Hepi mengatakan, yang termasuk dalam aspek gizi salah satunya adalah pengaturan pola makan bagi penderita diabetes. Pada keadaan seseorang sedang berpuasa, akan terjadi perubahan pola dan jadwal makan yang menyebabkan berubahnya cadangan tenaga atau energi tubuh untuk aktivitas sehari-hari.

"Pengaturan pola makan bagi seseorang diabetesi yang berpuasa sebaiknya tetap makan dengan jumlah asupan kalori seperti biasanya dengan susunan gizi yang seimbang," katanya.

Pada kondisi normal, konsumsi makanan dan minuman menjadi cadangan tenaga untuk 5-7 jam ke depan. Sementara pada kondisi berpuasa, konsumsi makanan dan minuman saat sahur digunakan sebagai cadangan tenaga untuk 14 jam ke depan.

Berkurangnya asupan makanan dan minuman di siang hari pada keadaan puasa menyebabkan jeda antar makan menjadi lebih panjang. Hal tersebut, jelas Hepi, dapat memicu kurangnya asupan gizi bila penatalaksanaannya kurang tepat. Oleh karena itu, sebaiknya diusahakan asupan makanan saat berpuasa tetap sama dengan kondisi tidak berpuasa.

"Sebaiknya, diabetesi saat berpuasa menyegerakan saat berbuka dan memperlambat saat sahur," terangnya.

Hepi mengungkapkan, yang perlu diperhatikan oleh seseorang diabetesi saat berpuasa adalah sebaiknya 50 persen dari total kebutuhan energi dikonsumsi saat berbuka puasa, 10 persen setelah tarawih dan 40 persen saat sahur.

Misalnya, diabetesi dengan kebutuhan kalori 1.500 kkal/hari maka distribusi kalorinya saat berpuasa adalah 750 kalori saat berbuka, 150 kalori setelah tarawih dan 600 kalori saat sahur. Jangan lupa pula untuk mengonsumsi cukup cairan.

"Sebaiknya diabetesi tanpa penyakit pemberat mengonsumsi jenis bahan makanan tinggi serat dan rendah lemak, dengan catatan jenis lemak jenuh sebaiknya dihindari," bebernya.

Gizi seimbang pada diabetesi

Pedoman umum gizi seimbang pada seorang diabetesi tanpa penyakit pemberat atau penyerta adalah makronutrien berupa kerbohidrat dengan porsi 60-70 persen dari total energi, protein 10-15 persen dari total energi dan lemak 10-25 persen dari total energi.

Selain makronutrien, kecukupan mikronutrien berupa vitamin dan mineral juga harus dipenuhi kecukupan asupannya. Tujuan asupan gizi yang seimbang adalah agar saat diabetesi berpuasa tubuh tetap terasa bugar dan segar dalam beraktivitas sehri-hari.

Bila dirasa asupan mikronutrien penunjang makronutrien kurang, maka diabetesi dapat mengonsumsi multivitamin. Yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi multivitamin adalah membaca label komposisi nutrisi dan aturan pakainya. Label BPOM atau Depkes, tanggal kadaluwarsa dan cara penyimpanan suplemen tersebut.

"Langkah yang tidak kalah penting adalah berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen untuk menghindari akibat yang tidak diinginkan," terangnya.



Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui