Kamis, 23 Oktober 2014 09:18
Caring by Sharing | Kompas.com

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Tidur Kurang dari 6 Jam Rawan Stroke

Penulis : Bramirus Mikail | Senin, 11 Juni 2012 | 17:18 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Shutterstock
Ilustrasi

KOMPAS.com - Jika Anda memiliki kebiasaan tidur yang buruk sebaiknya segera temukan solusi untuk mengatasi hal itu. Mengapa? Riset terbaru mengindikasikan, tidur kurang dari enam jam semalam secara signifikan dapat meningkatkan risiko gejala stroke.  Mereka yang harus waspada terhadap risiko ini adalah kalangan pekerja usia 40-an hingga usia lanjut dan memiliki berat badan normal.

Dalam kajiannya, peneliti dari University Alabama di Birmingham melibatkan 5.666 partisipan berusia 45 tahun ke atas, yang dipantau perkembangannya selama tiga tahun. Para peserta tidak memiliki riwayat stroke, serangan iskemik transien, gejala stroke atau risiko tinggi terkait sleep apnea pada awal penelitian.  Hasil studi menunjukkan, mereka yang punya kebiasaan tidur kurang dari enam jam setiap hari berisiko lebih tinggi mengidap stroke ketimbang peserta yang tidurnya cukup.

Bahkan risiko  stroke di antara peserta yang tidur kurang dari enam jam tercatat lebih tinggi empat kali lipat dibanding mereka yang  tidur antara tujuh dampai delapan jam. Risiko ini berlaku bagi mereka yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) normal dan berisiko rendah memiliki gangguan tidur sleep apnea.

"Kami berspekulasi bahwa durasi tidur yang pendek adalah pemicu dari faktor-faktor risiko stroke lainnya. Ketika faktor risiko stroke lainya hadir,  mereka kemungkinan  menjadi lebih kuat dibandingkan durasi tidur semata ," kata pimpinan studi, Megan Ruiter, PhD.

Penelitian lebih lanjut, lanjut Ruiter, diperlukan untuk mendukung dan memberi argumen yang kuat bagi dokter dalam meningkatkan kesadaran akan buruknya kualitas tidur sebagai faktor risiko stroke, terutama di kalangan mereka yang tak memiliki risiko stroke.

"Tidur dan perilaku yang berhubungan tidur dapat dimodifikasi lewat terapi kognitif  atau pemberian obat.  Temuan ini mungkin menjadi dasar dalam penggunaan  terapi tidur dalam mencegah perkembangan stroke," kata Ruiter yang mempublikasikan risetnya dalam pertemuan tahunan ke- 26 Associated Professional Sleep Societies di Boston.


Sumber :
EurekAlert
Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui