Selasa, 22 Juli 2014 20:23

BLOG EXPERTS KOMPASIANA / ARTIKEL

Dr. Andri, Sp.KJ


Seorang psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik dan Psikiatri Liaison. Lulus Dokter dan Psikiater dari FKUI. Mendapatkan pelatihan di bidang Psikosomatik dan Biopsikososial dari American Psychosomatic Society. Anggota dari American Psychosomatic Society dan The Academy of Psychosomatic Medicine. Sehari-hari mengajar di FK UKRIDA dan dokter penanggung jawab Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang

Nonton Piala Eropa Bisa Picu Gangguan Jiwa

Penulis : Dr. Andri, Sp.KJ | Rabu, 13 Juni 2012 | 09:57 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

KOMPAS.com - Saat anda membaca tulisan ini saya yakin, jika anda penggila sepakbola mungkin sedang terbuai demam Piala Eropa. Kejuaraan yang berlangsung hampir selama tiga minggu ini memang benar-benar memberi tontonan sepakbola kelas dunia yang indah. Namun apakah anda tahu di balik itu tersimpan suatu risiko untuk mengalami gangguan jiwa?

Mungkin anda mengatakan kalau saya ini berlebihan. Apa hubungannya menonton Piala Eropa dengan timbulnya Gangguan Jiwa? Saya akan mencoba sedikit menjelaskannya dengan tulisan saya di bawah ini.

Picu insomnia

Kita mengetahui bersama bahwa Piala Eropa berlangsung pertandingannya di Indonesia di saat waktu malam hari. Setiap hari kita menyaksikan pertandingan di antara jam 22.00 WIB sampai sekitar jam 3.00 WIB dini hari. Artinya, bagi yang memang berniat menonton semua pertandingan, dia harus menahan kantuknya agar bisa menyaksikan pertandingan bola itu. Ataupun cara lain adalah dengan menggantikan pola tidurnya, yang dimajukan menjadi lebih awal demi menonton sampai pagi.

Tahukah anda kedua cara ini bisa memicu terjadinya kesulitan tidur atau insomnia di saat sudah selesai Piala Eropa? Dan perlu anda ketahui bahwa Insomnia adalah suatu gangguan kejiwaan juga. Hal ini terjadi karena pola tidur yang berbeda yang dipertahankan akan membuat terjadinya perubahan irama sirkardian tubuh yang mengatur tidur kita.

Jika kita sudah terbiasa tidur jam 10 malam lalu kita ubah menjadi jam 3 pagi, maka nanti pada orang-orang tertentu pola tidurnya bisa berubah dari jam 10 malam menjadi mungkin sekitar jam 12 atau jam 1 malam. Ini merupakan pola yang dikondisikan oleh orang itu tersebut. Pada beberapa orang, mungkin siklus ini dapat baik kembali namun mungkin memerlukan waktu. Namun sebagian lagi bisa saja menetap untuk waktu yang lama.

Kedua masalah respon dari melatonin sebagai hormon tidur yang berkurang dengan adanya waktu sirkardian tubuh yang berubah. Melatonin biasanya mulai keluar dari tubuh kita saat mulai gelap atau matahari terbenam, konsentrasinya makin lama makin naik sampai akhirnya membuat respon mengantuk yang diikuti oleh tidur. Artinya peningkatan ini berlangsung alami menyebabkan tidur kita.

Namun jika kita menahan kantuk misalnya menunggu pertandingan selesai sampai jam 1 atau jam 3, maka melatonin ini akan menjadi "bingung" karena pada saat konsentrasinya sudah tinggi dan seharusnya memicu tidur, kita malah mencoba melawannya. Inilah kebingungan yang bisa menjadi alasan mengapa setelah Piala Eropa selesai nanti, beberapa orang mungkin pola waktu tidurnya akan menjadi berubah.

Picu gangguan cemas

Melatonin sebagai hormon tidur terkait dengan serotonin dan irama sirkadian tubuh. Ketidakseimbangan melatonin dan perubahan irama sirkardian dapat membuat ketidakseimbangan serotonin (penurunan serotonin) yang dapat berdampak cemas kepada diri kita. Ini belum lagi bagi kita yang hobi mengkonsumsi minuman berenergi atau kafein untuk melawan kantuk akibat memasang mata sampai dini hari untuk menonton bola. Kondisi ini tentunya tidak baik karena akan memicu peningkatan sistem saraf otonom di otak yang pada beberapa orang tertentu akan memicunya mengalami gangguan cemas.

Belum lagi jika anda mulai iseng untuk memasang taruhan bola berkaitan dengan pertandingan-pertandingan Piala Eropa. Ketegangan menonton menjadi bertambah karena adanya rasa khawatir jagoannya kalah dan akhirnya menyebabkan uang taruhan hilang. Memikirkan peluang kalah dan menang ini bisa memusingkan sebagian besar orang dan merupakan pemicu stres. Kondisi ini bisa memicu terjadinya gangguan cemas pada anda.

Jadi, saran saya berhati-hatilah menonton piala Eropa jika anda mempunyai gejala-gejala gangguan kejiwaan yang saya sebutkan di atas. Jikalau boleh menyarankan, tontonlah tim-tim yang anda unggulkan dan sukai saja dan itupun harus menjaga pola tidur anda, agar tidak setiap hari harus begadang karena nonton siaran sepakbola. Bukan tidak mungkin, seusai Piala Eropa selesai, anda bisa mengalami gangguan jiwa.

Selamat Menonton Bola, Salam Sehat Jiwa

 


Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui