Sabtu, 25 Oktober 2014 03:30
Caring by Sharing | Kompas.com

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Menkes Dorong Penggunaan Kondom

Penulis : Bramirus Mikail | Kamis, 14 Juni 2012 | 19:17 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengucapkan sumpah di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam acara pelantikan dirinya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/6/2012). Nafsiah akan meneruskan sisa masa jabatan menteri terdahulu, Endang Rahayu Sedyaningsih yang wafat beberapa waktu lalu karena sakit.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi mengungkapkan, akan kembali mengkampanyekan penggunaan kondom pada kelompok seks berisiko. Hal itu menurutnya, menjadi salah satu indikator penting untuk menurunkan angka HIV/AIDS di Indonesia yang kasusnya masih sangat tinggi.

"Seluruh jajaran kami siap untuk mengkampanyekan penggunaan kondom pada kelompok seks berisiko," ujarnya, saat jumpa pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Kamis, (14/6/2012), di Jakarta.

Nafsiah mengatakan, yang dimaksud dengan seks berisiko adalah setiap hubungan seks yang berisko menularkan penyakit dan atau berisiko memicu kehamilan yang tidak direncanakan. Kampanye ini menjadi penting, mengingat masih banyak kasus kehamilan yang tidak direncanakan terjadi pada anak-anak remaja.

"Oleh karena itu ada kampanye yang menyasar generasi muda 15-24 tahun," ujarnya.

Nafsiah berharap, pendidikan tentang seks dan kesehatan reproduksi bisa kembali ditingkatkan, khususnya yang menyasar anak-anak remaja usia 15-24 tahun.

"Di Undang Undang, mereka yang belum menikah tidak dapat diberikan kontrasepsi. Tapi setelah kami analisa, aturan itu sangat berbahaya kalau tetap dilaksanakan tanpa melihat kenyataan di lapangan," terangnya.

Nafsiah mengungkapkan, berdasarkan data BKKBN, ada sekitar 2,3 juta wanita dewasa muda yang melakukan aborsi karena melakukan hubungan seks di luar nikah. Parahnya lagi, praktik hubungan seks berisiko hampir pasti terjadi di beberapa tempat yang terbilang rawan seperti pelabuhan, terminal, daerah wisata dan pertambangan.

Lebih lanjut, Nafsiah mengatakan, perlu sebuah terobosan baru untuk mengatasi penyebaran HIV/AIDS diantaranya melalui pendekatan komprehensif dan integratif mulai dari tingkat primary care.

"Kita mulai membuat framework mulai dari popromosi kesehatan, pencegahan, dan rehabilitasi. Promosi kesehatan khususnya tertuju pada populasi kunci seperti pekerja seks, gay, waria dan laki-laki seks dengan laki-laki," tutupnya

 



Editor :
Pepih Nugraha

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui