Selasa, 29 Juli 2014 15:38

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Lemak Perut Berlebih Menekan Hormon 'Maskulin'

Penulis : Bramirus Mikail | Jumat, 15 Juni 2012 | 14:36 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
SHUTTERSTOCK

JAKARTA, KOMPAS.com - Secara alamiah, produksi hormon testosteron dalam tubuh akan berkurang seiring dengan pertambahan usia. Namun pada mereka yang punya berat badan berlebih alias obesitas, risiko penurunan hormon yang membentuk karakter maskulin pada manusia ini berkurang lebih cepat.

Kekurangan testosteron sering menyebabkan rendahnya tingkat energi, masalah seksual dan bahkan mengurangi kualitas hidup. Hormon ini akan membentuk karakter "jantan" pada manusia, seperti pembentukan otot, massa tulang, suara yang berat, hingga pertumbuhan rambut.

"Pada orang gemuk, penurunan hormon testosteron bisa sampai 40 persen, apalagi kalau dia punya penyakit penyerta seperti diabetes, bisa sampai 50 persen," kata, Dr. Em Yunir, SpPD-KEMD, konsultan endokrin metabolik, RSCM, saat acara Seminar Media, Jumat, (15/6/2012).  

Yunir menjelaskan, lemak yang ada didalam tubuh yang tertumpuk di jaringan perut akan menghasilkan suatu enzim yang dapat merusak hormon testosteron. Akibatnya testosteron yang ada akan dipecah sehingga kadarnya di dalam darah akan menurun.

"Jadi ada sel-sel di dalam jaringan lemak yang menyebabkan pengurangan kadar hormon testosteron," ucapnya.

Menurut Yunir, lingkar pinggang pada pria tidak boleh lebih dari 90 cm, karena akan memicu tumpukan lemak di rongga perut. Menumpuknya lemak di perut  bukan hanya sekedar berfungsi dalam menyimpan energi tetapi juga dapat menghasilkan hormon yang justru menekan produksi testosteron.

Jadi, produksi testosteron yang tadinya normal bisa menjadi turun, karena lebih cepat dipecah oleh hormon adipositokin, yang dihasilkan sel lemak di rongga perut.

"Kadang untuk kompensasi testis malah akan menjadi membesar untuk menggenjot produksi hormon lebih banyak," katanya.

Sejumlah studi telah membuktikan bahwa kelebihan lemak tubuh dapat meningkatkan kadar estrogen, yang selanjutnya dapat mengurangi kadar testosteron.

Dengan melakukan latihan aerobik secara teratur seperti berjalan, jogging, lari, bersepeda, dan kontrol diet yang tepat, secara efektif dapat memangkas persentase lemak tubuh total. Proses penurunan berat badan harus dilakukan secara bertahap dan tingkat kehilangan lemak harus dibatasi sekitar 500 gram setiap minggunya.

 


Editor :
Lusia Kus Anna

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui