Sabtu, 25 Oktober 2014 17:09
Caring by Sharing | Kompas.com

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

PP ASI

Ibu Harus Tolak Susu Formula

Sabtu, 16 Juni 2012 | 09:39 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Shutterstock
Ilustrasi ASI Eksklusif

Jakarta, Kompas - Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif mengharuskan ibu yang melahirkan menolak pemberian susu formula ataupun produk bayi lain yang menghambat pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, dan produsen didorong mendahulukan ASI.

Hal itu dikemukakan Kepala Bagian Peraturan Perundang-undangan Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Kesehatan Riati Anggriani dalam Diseminasi Informasi PP No 33/2012 kepada pemangku kepentingan lintas program dan lintas sektor, Kamis (14/6), di Jakarta. PP itu disahkan pada 31 Maret 2012.

Dalam peraturan itu, kata Riati, ASI bisa tak diberikan jika ada indikasi medis yang ditentukan dokter/bidan/perawat bagi daerah yang tidak ada dokter. Kondisi lain jika ibu tidak ada atau ibu terpisah dari bayi.

”Pemberian ASI donor dimungkinkan sebagai pilihan. Keluarga bayi ataupun donor mengetahui identitas masing-masing. Dipertimbangkan pula aspek medis, seperti donor ASI harus sehat,” ujarnya.

Untuk mendorong bayi mendapatkan ASI eksklusif, PP itu melarang setiap tenaga kesehatan memberikan susu formula bayi atau produk bayi lain yang dapat menghambat program ASI eksklusif. Tenaga ataupun fasilitas kesehatan dilarang mempromosikan susu formula bayi. Larangan lain adalah pemberian contoh produk cuma-cuma, penawaran atau penjualan langsung ke rumah, pemberian potongan harga, penggunaan tenaga kesehatan untuk memberikan informasi, dan pengiklanan susu formula bayi di media massa.

Direktur Bina Gizi Kementerian Kesehatan Minarto mengatakan, PP ASI akan dilengkapi empat permenkes. (INE)

 


Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Lusia Kus Anna

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui