Kamis, 18 September 2014 18:39

4 Ritual Wajib Usai Bercinta

Selasa, 19 Juni 2012 | 09:37 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

KOMPAS.com - Setelah kenikmatan bercinta diperoleh, apa yang biasanya Anda dan si dia lakukan? Pertanyaan ini mungkin sangat sederhana, namun aktivitas yang Anda lakukan setelah bercinta penting untuk diperhatikan, lho. Acapkali kita melupakan saat-saat berharga bersama pasangan yang dapat dilakukan setelah kenikmatan diraih. Alih-alih bermesraan, Anda dan si dia malah langsung mengalihkan perhatian pada urusan masing-masing.

Seorang terapis bernama Michael Gurian, yang menulis buku What Could He Be Thinking: How a Man's Mind Really Works, menunjukkan hasil penelitian bahwa kondisi pria dan wanita selepas aktivitas seksual memang sangat berbeda. Perbedaan tersebut tak jarang menjadi kerikil dalam hubungan, karena ketika pria butuh mengistirahatkan diri usai bercinta, wanita justru membutuhkan waktu bermesraan yang menenangkan.

Memang, rasa mengantuk setelah bercinta merupakan hal alamiah yang dapat terjadi pada siapa saja. Ini karena hormon yang dilepaskan setelah orgasme ternyata tak hanya menghasilkan perasaan tenang dan bahagia. Contohnya, hormon prolaktin. Menurut Dr David McKenzie, terapis asal Kanada, hormon prolaktin memang dapat membuat pria merasa sangat lelah.

Namun tak ada salahnya, kan, menyisakan sedikit waktu untuk bermesraan usai hubungan seks demi mempertebal ikatan dan meninggalkan kesan menyenangkan ketika aktivitas ranjang usai? Jika kesan menyenangkan dan penuh gairah yang didapat, tak heran jika pasangan pun menanti-nanti waktu lain yang dapat diisi dengan bermesraan bersama Anda.

Maka dari itu, post-sex attention sangat penting untuk mempertahankan romantisme sekaligus membuat pasangan bahagia dan merasa dihargai. Simak empat hal yang dapat Anda lakukan bersama si dia berikut ini!

Berbicara hati ke hati
Momen afterplay adalah saat yang sangat tepat untuk berbincang hangat dengan pasangan. Tak perlu repot, cukup merebahkan diri di tempat tidur dan lakukan pillow talk. Perbincangan dapat dilakukan sambil berhadapan, berpelukan, bahkan bisa juga Anda dan pasangan menutup mata namun saling berpegangan tangan. Pada momen ini, Anda berdua bisa mengingat-ingat apa saja hal menyenangkan yang telah dilalui bersama, dan harapan yang akan diraih. Saat-saat seperti ini dapat meningkatkan ikatan emosi dengan pasangan, dan menjadi momen paling membahagiakan untuk Anda berdua.

Selipkan pujian
Seperti kegiatan lain, pengalaman yang mengasyikkan akan selalu seru untuk dibahas. Maka pasangan pun sebaiknya mengetahui bagaimana perasaan Anda setelah mengalami petualangan menyenangkan bersama dia. Tunjukkan bagian-bagian mana yang paling Anda senangi, beri pujian pada aksi-aksi yang ia lakukan. Si dia pun akan lebih gemas sekaligus bahagia ketika mengetahui Anda mengingat setiap detail yang telah dilalui bersamanya.

Pada saat yang demikian, hindari merusak momen dengan mengatakan aksi-aksi pasangan yang kurang Anda suka. Seandainya ada, sampaikan dengan santai tanpa kesan menyalahkan. Karena apabila disampaikan dengan cara yang salah, momen bercinta dapat menimbulkan trauma dan tidak percaya diri pada pasangan.

Sentuhan hangat
Menyempurnakan perbincangan dengan belaian, maka perasaan nyaman dan tenteram pun akan tumbuh berkali lipat. Mulai dengan mengusap rambut, membelai pipi, juga memberikan pelukan yang dapat kembali merangsang hormon oksitosin. Dengan demikian, pengalaman bercinta akan dipenuhi kenangan yang menyenangkan.

Beraktivitas bersama
Tak perlu aktivitas berat, jika kondisi fisik sudah mulai stabil dan Anda berniat membersihkan diri, mengapa tidak mengajak pasangan ikut serta? Setelah melalui aktivitas bersama, akan menyenangkan jika kemudian merapikan diri bersama pula. Misalnya, mandi bersama dan saling membantu membersihkan punggung pasangan, diteruskan dengan berpakaian dan menyalakan aromatherapy sebelum bersiap tidur. Perasaan tenang dan bahagia yang berkesinambungan, akan membuat perasaan cinta Anda dan si dia makin terpupuk dan ikatan pun semakin kuat.

(Annelis Brilian /Dari berbagai sumber)


Sumber :
Tabloid Nova
Editor :
Dini

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui