Sabtu, 20 Desember 2014 05:43

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

5 Cara Cegah Efek Samping Radioterapi

Penulis : Bramirus Mikail | Selasa, 19 Juni 2012 | 17:02 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock
Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasien kanker umumnya akan merasa takut saat mendengar dirinya harus menjalani pengobatan radioterapi. Hal pertama yang biasanya terlintas di benak pasien adalah efek samping yang menyakitkan. Padahal, efek samping radiasi dapat dicegah dengan mengikuti petunjuk dari petugas radioterapi.

Menurut, spesialis radiasi onkologi dari Rumah Sakit Dharmais Jakarta dr. Defrizal, efek samping radioterapi sangat tergantung dari lokasi radiasi, jumlah dosis, luas lapangan radiasi, kondisi tubuh pasien dan faktor eksternal seperti tempratur dan kelembaban.

"Efek samping radiasi dapat bersifat akut dan lanjutan," katanya, saat acara seminar di Auditorium RS. Kanker Dharmais, Selasa, (19/6/2012).

Efek samping yang bersifat akut artinya segera terjadi setelah mendapat radiasi seperti berupa kemerahan, timbul gelembung pada kulit, kerusakan kulit, dan jaringan nekrotik (mati). Sementara efek lanjut dapat berupa pengkerutan jaringan, perdarahan dan mulut kering.

Defrizal memaparkan, ada beberapa petunjuk yang dapat dilakukan untuk mencegah munculnya efek samping akibat radioterapi, seperti yang ia jelaskan di bawah ini:

1. Menjaga kebersihan gigi dan mulut

Pada pasien kanker yang akan menjalani radiasi daerah kepala dan leher (misalnya, pasien kanker nasofaring), paparan dari sinar radiasi akan mengenai rongga mulut, saluran cerna dan saluran napas. Apabila kondisi kebersihan gigi dan mulut tidak terjaga, maka bukan tidak mungkin dapat memicu infeksi.

Defrizal menganjurkan, bagi pasien yang hendak menjalani radiasi di kepala dan leher sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter gigi untuk memastikan tidak ada masalah pada gigi atau mulut, seperti misalnya gigi bolong.

"Mulut merupakan salah satu tempat berkumpulnya sarang kuman, sehingga akan mudah terjadi infeksi kalau tidak dijaga kesehatannya," katanya.

2. Tidak memakan atau minum terlalu panas atau dingin

Khususnya bagi pasien yang mendapatkan penyinaran di daerah kepala dan leher dianjurkan tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas atau dingin. Pasalnya, makanan dan minuman yang terlampau panas atau dingin dapat memengaruhi selaput-selaput di rongga mulut yang masih sangat rentan mengalami luka akibat efek radiasi.

3. Menghindari kulit berkeringat

Keringat di badan akan sangat memengaruhi paparan radiasi yang diterima. Untuk mengantisipasi efek sampingnya, sebaiknya periksa seluruh bagian tubuh Anda seperti misalnya ketiak (yang rentan mengalami keringat), sebelum menerima radiasi. Efek samping biasanya baru muncul setelah satu minggu pasca radiasi.

"Kulit yang basah atau berair dapat memicu reaksi kulit lebih cepat, sehingga bisa jadi koreng nantinya," katanya.

4. Hindari terkena sinar matahari langsung

Area kulit yang mendapatkan paparan radiasi akan menjadi sangat sensitif terhadap sinar matahari. Anda bisa menglindungi kulit dari sinar matahari dengan menggunakan payung. Jika ingin menggunakan sunscreen/sunblock lotion, tanyakan pada dokter produk apa yang sesuai.

Biasanya, efek samping yang terjadi pada kulit akan menghilang beberapa minggu setelah irradiasi dihentikan. Tetapi kadang-kadang warna kulit tetap lebih gelap dibanding sekitarnya, dan lebih sensitif terhadap sinar matahari.

5. Asupan gizi yang cukup

"Penyakit kanker itu menimbulkan gangguan selera makan, apalagi kalau diikuti kondisi kesehatan mental yang turun atau depresi. Pastikan kebutuhan gizi tercukupi baik dari sisi jumlah, jenis dan jadwal untuk menjaga kondisi tetap sehat dalam pengobatan," kata Defrizal.

 

 






Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui