Senin, 22 September 2014 04:19

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

BKKBN Sediakan 57,6 juta Kondom untuk Kampanye

Penulis : Aditya Revianur | Kamis, 21 Juni 2012 | 16:07 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
20090212_C2-09
Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sugiri Syarief setelah meresmikan re-branding BKKBN, Halim, Jakarta Timur (12/2)
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)  Sugiri Syarif menyatakan, pihaknya akan menyediakan sekitar 400 ribu gros atau sebanyak  57,6 juta buah kondom dalam mendukung kampanye penggunaan alat pengaman itu dengan sasaran kalangan berperilaku seks berisiko.

BKKBN hanya membeli produk kondom dalam negeri tidak ada unsur dari asing yang terlibat dalam penyediaan kondom ini.

"Kita sekarang menyediakan 400 ribu lebih gros kondom. Untuk pengadaan ini, BKKBN menunjuk PT Mitra Rajawali Banjaran untuk memproduksi kondom," ujar  Kepala BKKBN Sugiri Syarif di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta Kamis (21/06/2012).

Menurut Sugiri, kondom yang disediakan BKKBN tersebut bernama kondom program Keluarga Berencana (KB).  BKKBN, lanjutnya, menerapkan sistem tender dalam memilih perusahaan penyedia kondom dan itu jatuh ke PT Mitra Rajawali Banjaran. Seluruh dana penyediaan kondom, kata Sugiri, bersumber dari anggaran pemerintah. Hal ini sekaligus membantah isu dan spekulasi adanya keterlibatan NGO asing dalam penyediaan kondom tersebut.

"Di BKKBN, tidak ada instansi asing yang mendanai kondom. BKKBN hanya membeli produk kondom dalam negeri tidak ada unsur dari asing yang terlibat dalam penyediaan kondom ini," tambahnya.

Kampanye penggunaan kondom di kalangan berperilaku seks berisiko merupakan salah satu program yang rutin dilakukan oleh pemerintah dalam menekan angka HIV-AIDS. Kampanye kondom mencuat belakangan ini menyusul tudingan sejumlah kalangan terhadap Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi bahwa kampanye yang digalakannya akan memudahkan akses remaja terhadap penggunaan kondom.

Pada Rabu (20/6/2012) kemarin, Nafsiah mengklarifikasi bahwa pihaknya akan mengintensifkan penggunaan kondom dengan sasaran kalangan dengan perilaku seks berisiko, termasuk pasangan suami istri, yang bertujuan menghindari penularan penyakit dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. 

Menkes juga mambantah bahwa kampanye tersebut merupakan kebijakan yang akan memudahkan akses remaja untuk memperoleh kondom. Dalam siaran persnya kepada Kompas.com, disebutkan bahwa Kementerian Kesehatan menggalakan program kampanye"ABAT" atau Aku Bangga Aku Tahu untuk kalangan remaja dengan rentang usia 15-24 tahun. Pesan utama dari program kampanye untuk remaja tersebut adalah mengedepankan upaya pengenalan penyebab HIV/AIDS, proses penularan dan bagaimana mencegahnya dengan jargon no drugs dan no free sex.



Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui