Kamis, 27 November 2014 04:24

Nikmati Juga Kuning Telurnya

Penulis : Felicitas Harmandini | Jumat, 22 Juni 2012 | 10:44 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

KOMPAS.com - Makan telur memang perlu, namun masih banyak orang yang mengkhawatirkan kandungan kolesterol pada kuning telur. Akhirnya, mereka menyisihkan kuning telurnya, atau menghindari telur sama sekali. Namun, jika Anda menolak sajian telur orak-arik untuk sarapan karena khawatir lemak atau kolesterol memengaruhi kesehatan jantung, coba simak alasan mengapa telur harus dinikmati seutuhnya, termasuk kuning telurnya:

* Satu telur utuh mengandung 185 mg kolesterol (putih telur tidak mengandung kolesterol sama sekali). Mengingat batas konsumsi kolesterol harian yang disarankan sebenarnya kurang dari 300 mg untuk orang dengan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang normal, sebutir telur utuh setiap hari tentu masih dianggap aman. Asal, Anda tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol lainnya, seperti daging atau produk olahan susu.

* Kandungan protein pada telur paling banyak terdapat pada putih telurnya, namun kuning telur sebenarnya tak kalah penting. Sebab, pada kuning telur lah terdapat nutrisi yang terbanyak. Pada satu kuning telur terdapat 21,9 mg kalsium, 245 IU (international unit, satuan pengukuran khusus untuk vitamin dan zat-zat biologis aktif lainnya) vitamin A, 18 IU vitamin D, 66,3 mg fosfor, dan 24,8 mcg folat.

* Sarapan telur rebus sangat disarankan, karena ternyata bisa membantu Anda menurunkan berat badan, lho. Sebutir telur hanya mengandung 96 kalori, namun menawarkan 6,3 gr protein yang bisa memberikan cukup energi sampai siang hari. Seperti Anda ketahui, protein mampu mencegah rasa lapar saat  Anda berdiet, sehingga mengurangi godaan untuk ngemil di tengah hari.

* Tubuh kita pada dasarnya juga membutuhkan lemak, dalam hal ini lemak sehat. Jika Anda memilih telur yang difortifikasi dengan asam lemak omega-3, berarti Anda sudah meningkatkan asupan asam lemak tak jenuh ini kan?


Sumber :
Editor :
Dini

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui