Rabu, 3 September 2014 06:37

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

OSTEOPOROSIS

Penting, Antisipasi Patah Tulang

Senin, 25 Juni 2012 | 07:35 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Shutterstock
Ilustrasi

Jakarta, Kompas - Kejadian patah tulang pada penderita osteoporosis alias pengeroposan tulang harus diantisipasi. Jika tulang sudah patah, kualitas hidup penderita menurun dan pengobatannya mahal.

Demikian disampaikan dokter spesialis ortopedi dari Departemen Medik Ortopedi dan Traumatologi RS Cipto Mangunkusumo Dohar AL Tobing dalam talkshow ”Pancegahan Dini Patah Tulang pada Osteoporosis”, Sabtu (23/6), di Jakarta. Hadir juga sebagai pembicara, anggota Seksi Ilmiah Perhimpunan Osteoporosis Indonesia, Ismail.

Ia mengatakan, banyak orang tak sadar menderita osteoporosis sampai mengalami patah tulang. Karena itu, deteksi dini osteoporosis dan pencegahan jatuh untuk menghindari patah tulang penting dilakukan.

”Ada tes yang harus diikuti untuk mengetahui risiko osteoporosis. Pemeriksaan kepadatan mineral tulang (BMD) penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tulang,” kata Ismail.

Dohar menambahkan, angka kejadian patah tulang pada perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Satu dari tiga perempuan osteoporosis berusia di atas 50 tahun mengalami patah tulang. Angka ini akan meningkat menjadi satu dari dua perempuan di atas 60 tahun. Sedangkan pada laki-laki, satu dari lima laki-laki osteoporosis berusia di atas 50 tahun mengalami patah tulang. Angka kejadian meningkat pada laki-laki berusia di atas 60 tahun menjadi satu dari tiga laki-laki osteoporosis.

Lokasi yang paling sering patah tulang adalah tulang belakang (46 persen), tulang panggul (19 persen), dan tulang pergelangan tangan (15 persen).

Tahun 2005, Health Technology Assessment melaporkan, di Indonesia tahun 2000 angka kejadian patah tulang pada penderita osteoporosis 227.850 kasus dengan biaya pengobatan 2,7 miliar dollar AS. Tahun 2020 angka kejadian patah tulang pada osteoporosis meningkat menjadi 426.300 kasus dengan total biaya pengobatan 3,8 miliar dollar AS.

Menurut Dohar, biaya pengobatan patah tulang akibat osteoporosis hingga tuntas Rp 80 juta-Rp 100 juta.

Ismail menuturkan, pencegahan osteoporosis dapat dilakukan dengan berolahraga teratur sejak usia muda saat peningkatan massa tulang masih berlangsung optimal, sampai usia 35 tahun. Olahraga yang bisa dilakukan adalah berjalan kaki, lari, dan latihan beban. (adh)

 


Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui