Selasa, 4 Agustus 2015

Health

Perokok Pasif Berisiko Lebih Tinggi Diabetes

Senin, 25 Juni 2012 | 16:43 WIB

KOMPAS.com - Satu lagi peringatan bagi Anda para perokok pasif. Sebuah riset terbaru mengklaim bahwa paparan asap rokok yang diterima perokok pasif telah dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas dan diabetes tipe 2 pada orang dewasa.

Temuan ini didasarkan pada data lebih dari 6.300 orang dewasa yang ikut berpartisipasi dalam U.S National Health and Nutrition Examination Survey sejak tahun 2001-2006. Peneliti menemukan bahwa, dibandingkan dengan bukan perokok, mereka yang terpapar asap rokok memiliki risiko lebih tinggi diabetes tipe 2 dan indeks massa tubuh lebih tinggi (BMI), suatu pengukuran yang memperhitungkan tinggi dan berat badan.

Selain itu, dibandingkan dengan bukan perokok, orang yang terkena asap rokok juga memiliki ukuran resistensi insulin lebih tinggi (yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2), lebih tinggi tingkat gula darah puasa, dan kadar hemoglobin A1c yang lebih tinggi A1c (ukuran kontrol gula darah selama tiga bulan terakhir).

Bahkan risiko diabetes pada perokok pasif dan perokok memiliki tingkatan yang sama, dan kedua kelompok memiliki kadar hemoglobin A1C lebih tinggi dibanding mereka yang tidak merokok. Namun temuan juga menunjukkan, orang yang merokok memiliki BMI lebih rendah dibanding bukan perokok.

Peneliti menekankan, meskipu penelitian ini menemukan hubungan antara paparan asap rokok dan obesitas serta resiko diabetes tipe 2, tapi hal ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.

"Hubungan antara asap rokok dan diabetes tipe 2 bukan karena obesitas," kata rekan peneliti studi Dr Theodore Friedman, kepala departemen penyakit dalam di Charles R. Drew University, Los Angeles, dalam rilis berita Endocrine Society .

"Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menunjukkan apakah asap rokok merupakan penyebab diabetes," tambah Friedman.

"Diperlukan pula usaha lebih keras untuk mengurangi paparan asap rokok bagi perokok pasif," pungkasnya.

 

Editor : Asep Candra
Sumber: