Sabtu, 2 Agustus 2014 05:26

LIFESTYLE / SEKS - ARTIKEL

Orang Indonesia Lebih Terbuka Bicara Seks

Penulis : Lusia Kus Anna | Kamis, 28 Juni 2012 | 16:45 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

Kompas.com - Bukan cuma mereka yang tinggal di negara maju, orang Indonesia ternyata mulai terbuka untuk berdiskusi tentang masalah seksual. Negara-negara tetangga juga mulai melakukan hal yang sama.

Menurut hasil survei Sexual Wellbeing Global Survey yang dilakukan oleh produsen kondom Durex, sekitar 78 prsen responden merasa semakin terbuka berbicara tentang seks. Pandangan ini lebih banyak ditemukan di Amerika Selatan (85 persen), disusul Amerika Utara, Afrika (84 persen), dan Australia (83 persen). Jumlah tersebut lebih tinggi dari responden di Eropa (78 persen), dan Asia (74 persen).

Survei tersebut juga mengungkapkan 76 persen orang Indonesia setuju mereka lebih terbuka membicarakan seks yang dulu dianggap tabu. Jumlah ini sama dengan Malaysia dan Thailand (76 persen) dan sedikit lebih tinggi dari Singapura (66 persen).

Sexual Wellbeing Global Survey dilakukan melalui wawancara secara online dan tatap muka oleh Harris Interactive. Survei tersebut diikuti oleh lebih dari 29.000 orang di 36 negara. Dari Indonesia, sekitar 1.015 responden berusia di atas 18 tahun terlibat dalam survei ini.

Pendidikan seksual berupa pemberian informasi yang benar secara ilmiah mutlak diperlukan untuk melindungi masyarakat dari informasi yang meyesatkan. Sebanyak empat dari lima responden mengatakan pendidikan seksual membuat mereka lebih bertanggung jawab pada pasangan mereka.

Fakta tersebut terlihat di seluruh dunia dengan hasil tertinggi di Afrika (85 persen) orang percaya pada manfaat pendidikan seksual, diikuti oleh Amerika Selatan (83 persen), Amerika Utara (82 persen), Eropa dan Australia (79 persen), dan Asia (77 persen).  Di Asia, Hong Kong dan Singapura memiliki skor terendah dalam memandang manfaat pendidikan seks.

Keterbukaan masyarakat akan tema seksualitas tentu diperlukan, salah satunya untuk mendukung upaya pemerintah atau organisasi swasaya masyarakat dalam hal keluarga berencana atau pencegahan penyakit seksual menular.

"Berbicara tentang seks yang didasarkan pada informasi yang benar memiliki keuntungan. Salah satunya adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang seks beserta risikonya, serta menyukseskan upaya pencapaian KB," kata Ratanjit Das, general manager Reckitt Benckiser Indonesia, dalam siaran pers.

Melalui pendidikan seks yang benar, masyarakat juga menjadi lebih percaya diri bahwa mereka memiliki pengetahuan yang benar untuk melindungi kesehatan diri. Untuk itulah budaya mencari informasi atau pendapat dari ahli perlu ditanamkan kepada masyarakat.

 


IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui