Kamis, 24 Juli 2014 07:16

KONSULTASI / KESEHATAN GIGI & MULUT - ARTIKEL

KONSULTASI KESEHATAN GIGI & MULUT

Bersama drg. Citra Kusumasari, SpKG

Menyelesaikan pendidikan Dokter Gigi di Universitas Padjadjaran Bandung, kemudian meraih gelar spesialisnya di Universitas Indonesia. Saat ini, Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi ini, berpraktik di berbagai klinik di Jakarta. Ilmu Karies, Estetik kedokteran gigi, dan perawatan syaraf gigi adalah keahliannya. Praktik di Nurfa Praktek Dokter Gigi Spesialis. Jl. Anugerah Raya No. 35 C Jaticempaka Pondok Gede - Bekasi 17411 Telp. (021) 84978739

Risiko Mencabut Gigi Geraham

Jumat, 29 Juni 2012 | 08:45 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

TANYA :

Salam sehat dokter Citra. 

Dok, saya mengalami gigi berlubang pada geraham.  Saya ingin mencabutnya. Yang ingin saya tanyakan,  apakah ada risiko dari pencabutan gigi jika geraham saya tidak goyang. Berapa lama setelah pencabutan saya boleh memasang geraham tiruan ? Terima kasih atas jawabannya?

(Yanti, 23, Batam)



JAWAB :

Halo Yanti. Gigi geraham Anda berlubangnya sebesar apa ya? tSayang sekali Anda tidak menjelaskannya  dalam pertanyaannya. Gigi yang berlubang tidak selalu harus dicabut. Jika sisa mahkota gigi gerahamnya masih cukup banyak, kondisi jaringan pendukung giginya masih baik, dan posisi giginya normal (tidak miring), maka gigi geraham anda masih dapat dipertahankan.

Apakah pada gigi geraham Anda pernah merasakan nyeri secara tiba-tiba dan terus-menerus? Kalau iya, maka perlu dilakukan perawatan saluran akar (perawatan endodontik) terlebih dulu, baru kemudian dilakukan penambalan. Sebaiknya diperiksakan dulu ke Dokter Gigi langganan anda. Supaya gigi anda tidak langsung asal dicabut.

Jika ternyata memang memerlukan pencabutan pada gigi geraham, maka anda perlu mengetahui beberapa efek samping yang negatif (komplikasi) dari pencabutan gigi secara umum. Komplikasi selama prosedur pencabutan gigi pada umumnya adalah

1.      Terjadi perdarahan,

2.      Fraktur (patah) pada ujung akar, gigi sebelahnya dan gigi lawan, tulang pendukung gigi, dan tulang rahang bawah

3.      Pergeseran gigi

4.      Cedera jaringan lunak

5.      Cedera saraf

Maka, untuk pencabutan geraham atas yang paling berisiko adalah terjadinya pergeseran gigi yang bisa masuk ke sinus rahang atas. Pasien akan merasakan salah satu dari gejala berikut, yaitu adanya udara keluar dari mulut, cairan keluar dari hidung, atau ada perdarahan dari hidung. Sedangkan untuk pencabutan geraham bawah yang paling berisiko adalah terjadinya fraktur tulang rahang bawah, khususnya untuk pencabutan geraham bungsu. Risiko selanjutnya adalah dapat terjadi cedera saraf.

Pencabutan gigi tidak goyang ataupun gigi goyang sama-sama memiliki risiko. Namun memang akan lebih mudah dan lebih minimal risikonya pada kasus pencabutan gigi yang sudah goyang.

Anda dapat membuat gigi tiruan setelah luka paska pencabutannya sembuh, yaitu sekitar 7-20 hari kemudian (berbeda-beda setiap individu).

Namun, anda tidak perlu cemas kalau memang ternyata perlu pencabutan. Dokter Gigi sudah terlatih untuk mengatasi dan menghindari semua risiko pencabutan gigi. Sehingga semua efek samping tersebut biasanya jarang terjadi.

Semoga cukup jelas ya.

Salam gigi sehat


Editor :
Asep Candra
Tahun

Cm    Kg
Laki-laki    Perempuan


Incorrect please try again

ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui