Kamis, 31 Juli 2014 23:52

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Tahun 2014, 70 Persen Masyarakat Punya Asuransi Kesehatan

Penulis : Bramirus Mikail | Jumat, 29 Juni 2012 | 16:34 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS/LASTI KURNIA
Ruang stok obat dan pelayanan resep di depo farmasi rawat jalan untuk pasien umum di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (21/2). Instalasi Farmasi RS Fatmawati per bulan rata-rata melayani 24.128 lembar resep dari pasien rawat jalan dan 139.718 lembar resep dari pasien rawat inap, baik pasien yang menggunakan fasilitas Askes, Jamkesmas, maupun pasien umum.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS. com - Pemerintah menargetkan 70 persen masyarakat Indonesia sudah punya jaminan kesehatan pada tahun 2014 mendatang. Sistem jaminan kesehatan merupakan bagian dari sistem kesehatan nasional dan tidak terpisahkan.

"Pengennya 100 persen. Tapi karena ini baru mulai 2014 mungkin akan mundur. Sekarang ini kurang lebih 63 persen masyarakat kita sudah memiliki jaminan kesehatan dengan berbagai bentuk dan variasi," kata Wakil Menteri Kesehatan Prof dr Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD dalam acara temu media di Gedung Kementerian Kesehatan, Jumat, (29/6/2012).

Ghufron menyampaikan, untuk bisa menuju universal coverage ada beberapa persoalan pokok yang harus dihadapi pemerintah misalnya dari sisi kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan (baik primer, sekunder, tersier), sistem rujukan dan infrastruktur, sistem informasi, rencana pembiayaan dan ketersediaan obat.

Kemenkes menargetkan, tahun 2014 sebanyak 121,6 juta peserta jaminan kesehatan dari PBI (Penerima Bantuan Iuran), PNS, Pensiunan, Jamsostek dan TNI POLRI aktif, harus sudah dikelola BPJS dan 50,7 juta peserta akan dikelola oleh badan lain (diluar BPJS) seperti dari Jamkesda, asuransi perusahaan dan asuransi swasta.

Untuk mencapai target tersebut pada 2013 mulai dilakukan pengalihan kepesertaan paling tidak dari Jamkesmas. Sedangkan untuk Jamsostek sudah menyatu dengan BPJS pada tahun 2014. "Kita inginkan secara bertahap di tahun 2012 sudah mulai disusun sistem dan prosedur kepersertaan, serta sudah ada penyusunan masalah iuran (premi)," katanya.

Sementara itu 30 persen masyarakat yang belum terlindungi asuransi, diharapkan mulai tahun 2015 bisa menyusul sehingga pada tahun 2019 semua penduduk sudah dikelola oleh BPJS. "Dengan SJSN kita bisa mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tinginya. Kita bisa membangun masyarakat atau rakyat yang sehat dan produktif sehingga kualitas sumber daya manusia Indonesia berkualitas," jelasnya.

Lebih lanjut, Ghufron menambahkan, universal coverage tidak bisa berdiri sendiri tapi merupakan bagian integral dari pembangunan sistem kesehatann nasional. Intinya, dengan kehadiran SJSN, pemerintah berharap dapat membangun sebuah sistem kesehatan untuk menciptakan masyarakat lebih sehat, dan berkualitas sehingga tujuan pembangunan nasional tercapai.


Editor :
Lusia Kus Anna

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui