Jumat, 28 November 2014 07:13

BLOG EXPERTS KOMPASIANA / ARTIKEL

Dr. Andri, Sp.KJ


Seorang psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik dan Psikiatri Liaison. Lulus Dokter dan Psikiater dari FKUI. Mendapatkan pelatihan di bidang Psikosomatik dan Biopsikososial dari American Psychosomatic Society. Anggota dari American Psychosomatic Society dan The Academy of Psychosomatic Medicine. Sehari-hari mengajar di FK UKRIDA dan dokter penanggung jawab Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang

Belajar untuk Fokus

Penulis : Dr. Andri, Sp.KJ | Kamis, 5 Juli 2012 | 08:50 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Joana Croft/sxc.hu
ilustrasi

KOMPAS.com -  Sering kali saya mendapati pasien yang kehilangan fokus dalam kehidupannya. Kebanyakan pasien seperti ini mengalami gangguan depresi. Mereka menjadi kesulitan dalam melihat masa depan dan sepertinya tidak bisa membayangkan akan seperti apa masa depan yang dijelang. Sering kali, hal ini terjadi ketika gangguan depresi terjadi karena sebelumnya mereka bukanlah orang yang demikian.

Kehilangan fokus akan masa depan akibat depresi bukanlah salah satu faktor yang paling sering. Kebanyakan orang kehilangan fokus dalam hidup karena tidak tahu harus bagaimana fokus dalam kehidupan mereka. Tujuan sangat penting dalam kehidupan kita, dan tanpa tujuan kita seperti mengarungi bahtera kehidupan tanpa petunjuk kompas dan peta. Namun banyak orang juga yang walaupun mempunyai tujuan dalam kehidupannya sering tidak fokus atau teralihkan fokusnya dalam mencapai cita-cita tersebut.

Hal ini bisa disebabkan banyak hal. Salah satunya adalah menetapkan tujuan yang tidak realistis sehingga mudah kehilangan arah. Bagaimana bisa menetapkan tujuan yang realistis? Salah satunya adalah dengan mampu mengenali diri dan kemampuannya dengan baik.

Kenali kemampuan diri

Salah satu hal yang perlu dipahami terlebih dahulu adalah bagaimana kita mampu mengenali diri dan kemampuan diri kita. Manusia sering menggantungkan harapan tinggi-tinggi tanpa melihat kemampuannya dengan baik. Ini yang kadang membuat mereka sering kali kecewa dengan apa yang mereka cita-citakan.

Saya meyakini memang benar ada orang-orang yang bermimpi tinggi lalu mendapatkan suatu jalan yang baik untuk mencapai hal itu. Fokus dalam melakukan sesuatu itu yang akhirnya membuat dia mencapai impian yang dia gantung tinggi. Namun ada kalanya, orang menggantungkan cita-cita tinggi tanpa punya usaha untuk menggapainya atau bahkan tidak mampu mengenali dirinya sehingga cita-cita itu seperti omong kosong yang dikedepankan dalam pembicaraan dengan sesama.

Berlatih dan berlatih

Tidak ada yang instan dalam dunia ini. Ketika kita masih bayi dan tidak punya kemampuan apa-apa selain menetek pada puting susu ibu, kita mulai belajar dari sekeliling. Makin lama kita makin pintar karena kita tidak bosan bereksplorasi. Sayangnya kemampuan ini kadang sering kali memudar seiring dengan bertambahnya usia.

Orang terkadang terlalu malas untuk berlatih apalagi untuk hal-hal yang baru. Sesungguhnya berlatih dan melakukan sesuatu berulang-ulang adalah suatu cara untuk belajar fokus. Tidak ada yang dapat diraih tanpa latihan yang cukup. Semua memerlukan latihan yang fokus. Di tengah dunia yang semakin instan, maukah kita belajar untuk fokus berlatih dalam hidup ini?

Salam Sehat Jiwa






Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui