Rabu, 17 September 2014 14:32

KONSULTASI / KESEHATAN JIWA

KONSULTASI KESEHATAN JIWA

Bersama dr Andri, SpKJ, FAPM

Bersama dr Andri,SpKJ,FAPM Psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik Medis dan Psikiatri Liaison. Penanggung jawab Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang. Anggota dari American Psychosomatic Society dan Fellow of The Academy of Psychosomatic Medicine.

Apakah Penyakit Jiwa Ibu Menurun pada Anak?

Jumat, 13 Juli 2012 | 08:18 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

TANYA :

Dokter, kami berencana adopsi anak perempuan usia 1 bulan dari seorang ibu yang menderita gangguan jiwa.  Ibu dari anak ini mengalami stres, pendiam, suka berbicara sendiri dan cuek terhadap lingkungan. Apakah penyakit ibunya tersebut kelak dapat menurun ke anak ? Berbahayakah bila rencana ini kami teruskan ? Lalu, antisipasi apa yang harus kami lakukan agar si anak dapat tumbuh dan berkembang seperti anak lainnya ? Atas masukan dan sarannya kami sampaikan terima kasih.

(Eris, 42, Solo)

JAWAB :

Ibu Eris yang baik,

Senang sekali mendengar niat keluarga ibu untuk mengadopsi anak, ini merupakan suatu hal yang baik apalagi jika anak yatim. Sayangnya, mungkin ibu mungkin menjadi takut kalau-kalau si anak akan mengalami atau "menurunkan" kondisi gangguan jiwa seperti ibunya walaupun kita belum bisa menentukan apakah ibu anak ini mengalami gangguan jiwa atau tidak karena tidak memeriksanya dan hanya mendapatkan kondisi gejala dari apa yang ibu perhatikan.

Gangguan jiwa terjadi karena berbagai faktor, sampai saat ini kita menyadari bahwa gangguan jiwa terjadi akibat interaksi faktor biologis (genetik), psikologis (termasuk pola asuh dan perkembangan kecil sampai dewasa), serta lingkungan (sosial). Ketiga faktor ini tidak ada yang bisa diyakini berdiri sendiri menjadi suatu hal yang dapat menjadi penyebab pasti gangguan jiwa apapun jenisnya.

Walaupun pada penelitian-penelitian dikatakan bahwa ibu yang mengalami gangguan kejiwaan dapat menurunkan gangguan jiwanya itu kepada anak-anak, tetapi penyebab pasti hal itu belum dapat dibuktikan. Faktor psikologis terutama pola asuh orang tua juga akan mempengaruhi proses kepribadian seseorang dan membuatnya lebih bisa beradaptasi dengan stres lingkungan walaupun mempunyai darah keturunan dari seorang ibu atau ayah yang mengalami gangguan kejiwaan.

Selain itu juga faktor lingkungan kondusif akan membuat kondisi kejiwaan seseorang akan menjadi lebih stabil, namun memang yang paling penting adalah daya adaptasi stres yang dia pelajari dari orang-orang terdekatnya termasuk orang tua.

Itulah mengapa menurut saya dan banyak ahli lainnya, pola asuh orang tua juga memegang peranan penting selain faktor genetik dalam berkembangnya kepribadian anak dan kerentanan mengalami gangguan kejiwaan. Semoga jawaban ini dapat membantu.

Salam Sehat Jiwa

 


Editor :
Asep Candra
Tahun

Cm    Kg
Laki-laki    Perempuan


Incorrect please try again

ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui