Rabu, 22 Oktober 2014 14:58
Caring by Sharing | Kompas.com
LAKTASI
HOME

Agar Produksi ASI Tak Terganggu Selama Puasa

Bramirus Mikail | Asep Candra | Jumat, 13 Juli 2012 | 10:43 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK

JAKARTA, KOMPAS.com — Seperti halnya ibu hamil, ibu yang sedang menyusui pun diperbolehkan untuk berpuasa. Perlu diketahui bahwa berpuasa bagi ibu menyusui tidak akan mengurangi pasokan ASI ataupun mengurangi kualitas ASI.

Hal itu disampaikan dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Kemang Medical Care, Febriansyah Darus SpOG, dalam acara talkshow "Love Your Pregnancy", persembahan dari Sarihusada, Kamis (13/7/2012), di Jakarta.

Febri mengatakan, tidak ada perbedaan nutrisi yang terkandung pada ASI seorang ibu yang sedang berpuasa atau tidak berpuasa. Hal itu didukung oleh hasil sebuah studi yang dilakukan oleh sekelompok dokter anak di Asia Tengah pada tahun 2007.

"Pada studi tersebut ditemukan fakta bahwa puasa Ramadhan bagi ibu menyusui tidak akan mengubah komposisi ASI secara bermakna," katanya.

Febri berpendapat, meskipun berpuasa 14 jam, ASI yang dihasilkan ibu tidak akan berubah karena saat berbuka puasa, tubuh akan melakukan kompensasi cadangan zat-zat gizi yang diambil dari simpanan tubuh berupa lemak, energi, dan protein, serta vitamin dan mineral.

Oleh karena itu, dia menyarankan jumlah asupan gizi pada ibu hamil dan menyusui yang berpuasa harus diperhatikan. Ibu menyusui harus tetap makan tiga kali sehari, saat sahur, berbuka, dan sesudah tarawih. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan cadangan ASI dalam tubuh.

"Ibu menyusui harus makan dan minum lebih banyak di malam hari. Jadi komposisi harus tetap diatur," katanya.

Bagi ibu menyusui, tidak diperlukan makanan atau diet khusus. Namun, untuk menjaga kesehatannya, seorang ibu memerlukan tambahan diet 50 hingga 55 persen kalori dari karbohidrat, 12-15 persen dari protein, dan lemak (kurang dari 30 persen). Sedangkan yang harus dihindari adalah makanan yang mengandung lemak trans, seperti crackers, snacks, dan kue panggang, karena dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular bagi ibu.

"Apabila ibu khawatir persediaan ASI berkurang saat puasa, terutama pada ibu bekerja, sebaiknya membuat persediaan ASI perah sebelum Ramadhan," sarannya.

Nadia Mulya, seorang pakar gaya hidup wanita yang juga merupakan salah satu panel ahli dari Laktamil Mama Care, menambahkan, selain pemenuhan nutrisi yang seimbang, ibu hamil dan menyusui juga harus memperhatikan kondisi psikologis dan emosional.
 
"Untuk menikmati momen kehamilan dan menyusui, pastikan sang ibu mendapatkan istirahat yang cukup, menjauhkan diri dari stres, serta mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitarnya," katanya.

Ia juga menyarankan agar ibu tetap melakukan olahraga ringan, seperti minikardio dan senam ringan, sebelum waktu berbuka puasa agar tubuh tetap segar.


IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui