Kamis, 27 November 2014 11:15

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Jelang Puasa, BPOM Perketat Pengawasan Pangan

Penulis : Bramirus Mikail | Senin, 16 Juli 2012 | 17:29 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS/HELENA F NABABAN
Manajer Istana Buah Bandar Lampung, beberapa waktu yang lalu, memerhatikan permen dari China yang tidak terdaftar pada Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Kalangan pengusaha makanan/minuman, obat-obatan, dan kosmetik, Senin (23/8) di Jakarta, mensinyalir kembali maraknya produk makanan/minuman, obat-obatan, dan kosmetik impor ilegal yang tidak sesuai dengan ketentuan BPOM. Kondisi ini mengancam keberadaan industri sejenis di dalam negeri.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali melakukan intensifikasi pengawasan terhadap produk pangan jelang bulan Ramadhan. Dalam operasinya, BPOM akan melakukan pemeriksaa ke sarana distribusi dan melakukan sampling produk pangan jajanan selama bulan Ramadhan.

Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan BPOM Suratmono mengatakan, untuk jajanan buka puasa, pihaknya sudah menginstruksikan agar fokus pengawasan ditujukan pada produk-produk mengalami peningkatan permintaan di bulan Ramadhan. Selain itu juga pada produk cuci gudang, misalnya, produk tanpa izin edar yang ilegal, produk kedaluarsa, dan produk rusak yang sudah karatan atau penyok.

"Barang-barang itu seharusnya diretur (kembalikan), tapi karena ada permintaan yang tinggi, kadang makanan yang sudah kadaluarasa disisipkan. Jadi modusnya macam-macam," katanya, saat acara media gathering bertema 'Pengawasan Keamanan Pangan', Senin, (16/7/2012), di Jakarta.

Suratmono memaparkan, dari hasil temuan Badan POM mengenai produk yang tidak memenuhi ketentuan sejak tahun 2009-2011, paling banyak ditemukan adalah pangan tanpa izin edar. Sementara temuan terkait pangan kedalurasa umumnya lebih banyak di daerah-derah terpencil, seperti misalnya Jayapura, Ambon, Kupang, yang transportasi serta sumber daya manusianya terbatas.

"Yang jelas bagi konsumen baca lebelnya, cek tanggal kadaluarsa masih berlaku enggak," tegasnya.

Suratmono menyadari bahwa demand atau permintaan masyarakat menjelang puasa dan lebaran akan meningkat sampai 20 persen atau lebih ketimbang hari-hari biasanya. Inilah yang menjadi alasan mengapa Badan POM perlu memberi perhatian dan pengawasan lebih intensif terhadap segala macam peredaran produk pangan.

"Anggapan di masyarakat selama ini, Badan POM itu bekerja hanya jelang puasa. Padahal, kita terus melakukan pengawasan bukan hanya menjelang puasa saja," kata Suratmono,

Salah satu upaya nyata yang saat ini sudah dilakukan Badan POM adalah mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia melalui advokasi tentang pangan yang baik. Bahkan untuk saat ini, kata Suratmono, BPOM  sudah mendidik sekitar 2.800 tenaga penyuluh keamanan pangan dan termasuk diantaranya tenaga DFA (Distrik Food Administration) untuk mengawasi peredaran makanan jelang puasa.

"Kita masih rutin setahun dua kali ambil sampel, hasilnya kita sampaikan ke dinas terkait di kabupaten/kota," tutupnya.



Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui