Jumat, 22 Agustus 2014 06:54

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Penggunaan Kondom di Kalangan PSK Menurun

Penulis : Lusia Kus Anna | Rabu, 18 Juli 2012 | 17:50 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Shutterstock
Kampanye kondom sebagai upaya pengendalian HIV masih kontroversial.

KOMPAS.com - Menurut pantauan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DKI Jakarta, pemakaian kondom di kelompok berisiko tertular HIV, yakni pekerja seks komersil cenderung menurun setiap tahunnya. Selain alasan pelanggan tidak mau memakai kondom, kebanyakan wanita PSK malas menggunakan kondom perempuan karena alasan sulit memakainya.

Untuk itu, dibutuhkan edukasi lebih mendalam, agar tumbuh kesadaran kritis dari orang yang berisiko tersebut untuk melindungi dirinya.

"Mengubah perilaku memang tidak mudah kalau seseorang tak punya kesadaran kritis akan kesehatan dirinya. Makanya, kalau mereka memakai kondom hanya karena disuruh mucikarinya pasti sifatnya sementara," kata Santi Sardy, dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DKI Jakarta, dalam acara media edukasi Program Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) yang diadakan Komisi Penanggulangan AIDS DKI Jakarta, Rabu (18/7).

Upaya perubahan perilaku pada populasi kunci, yakni PSK, gay, waria, dan juga pelanggan PSK, menjadi salah satu program PMTS Komisi Penanggulangan AIDS DKI Jakarta yang dilakukan oleh PKBI. Selain melakukan pendekatan kepada para pemilik tempat hiburan, para edukator juga melakukan pembagian media kit dan pendekatan kepada kelompok berisiko untuk memastikan mereka memahami risiko dari hubungan seks yang tidak aman.

Kendala yang sering dihadapi para penjangkau atau edukator antara lain kurangnya peran serta para pemangku kepentingan dan hambatan birokrasi di lokasi tempat hiburan. "Saat ini kami memiliki strategi baru community organizing yang akan terjun ke komunitas masyarakat untuk menjangkau ibu rumah tangga dan pria pelanggan PSK," kata Santi.

Tren peningkatan kasus HIV di kalangan ibu rumah tangga sampai 50 persen dibanding tahun 2010 diakui Santi karena ibu rumah tangga sebagai kelompok berisiko rendah tidak menjadi fokus penjangkauan pencegahan HIV.

"Selama ini fokusnya wanita PSK di populasi kunci sehingga lupa pada wanita di luar kelompok itu yang rentan tertular HIV dari suami atau pasangan yang jadi pelanggan," paparnya.

Kepala Bidang Promosi dan Pencegahan KPA DKI Aritha Herawati mengungkapkan bahwa PMTS bertujuan untuk mengajak kelompok yang berisiko melakukan perubahan perilaku supaya lebih sehat. Berdasarkan data seksi surveilans epidemiologi HIV dan AIDS di DKI Jakarta tahun 2011 adalah 1.273 kasus infeksi HIV baru dan 1.332 AIDS baru. Berdasarkan profesi, ibu rumah tangga menempati urutan kedua setelah karyawan swasta.



Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui