Sabtu, 26 Juli 2014 21:29
GIZI & PRESTASI
HOME | GIZI BUNDA

Ibu Hamil Jangan Kekurangan Zat Besi

Penulis : Lusia Kus Anna | Jumat, 20 Juli 2012 | 12:28 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

Kompas.com - Ibu hamil mungkin lebih akrab dengan asam folat ketimbang zat besi. Padahal, kecukupan zat besi sangat berpengaruh pada tumbuh kembang dan kecerdasan bayi.

Angka kekurangan zat besi pada ibu hamil di Indonesia cukup memprihatinkan karena mencapai 40 persen. Sedangkan kekurangan zat besi pada kelompok umur 0-5 bulan sebanyak 61,3 persen. Buruknya kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran hilangnya generasi berkualitas Indonesia.

Di awal kehamilan zat besi diperlukan untuk pembentukan sel darah merah bagi ibu dan janin. Ibu hamil yang kurang zat besi akan mengalami gejala lemah, letih, dan lesu.

Kebutuhan zat besi selama kehamilan terutama sangat tinggi pada trimester dua dan tiga, terutama sebagai zat makanan untuk pertumbuhan janin.
Jika ibu menderita anemia risikonya adalah kelahiran prematur atau berat badan bayi lahir rendah. Selain itu bayi yang mengalami kekurangan zat besi juga berpotensi memiliki nilai IQ lebih rendah beberapa poin.

Menurut dr.Samuel Oetoro, Sp.GK, untuk meningkatkan hemoglobin, komponen darah yang berfungsi membawa oksigen ke plasenta, diperlukan zat besi sekitar 500 mg karena selama kehamilan volume darah meningkat sampai 50 persen.

"Sumber zat besi adalah makanan yang berasal dari daging hewan seperti daging ayam, telur, daging, juga kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau.

 


IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui

YOUR BODY

Loading...

VIDEO