Rabu, 30 Juli 2014 03:52
LAKTASI
HOME


Mencegah Lecet Saat Pertama Menyusui

Bramirus Mikail | Lusia Kus Anna | Rabu, 1 Agustus 2012 | 16:37 WIB
|
Share:

KOMPAS.com - Ibu yang baru menyusui pertama kali kerap menghadapi keluhan rasa nyeri dan lecet. Namun hal itu bisa dicegah dengan posisi menyusui yang tepat.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Badriul Hegar SpA (K) mengatakan, dengan memposisikan dan melekatkan bayi dengan benar dapat mencegah puting lecet dan menjaga pasokan ASI tercukupi.

"Keadaan ini dapat dikurangi dengan mengatur posisi dan membiarkan bayi untuk menyusu sesuai kebutuhan, mengurut payudara dan mengompres hangat atau dingin di antara waktu menyusui," katanya, saat acara seminar tentang ASI di Kantor IDAI, Rabu, (1/8/2012), di Jakarta.

Hegar menuturkan, dua puluh empat jam setelah ibu melahirkan adalah saat yang sangat penting untuk keberhasilan menyusui selanjutnya. Agar aktivitas menyusui tidak menyakitkan dan nyaman, ada beberapa tips sederhana yang bisa para ibu lakukan, seperti dijelaskan oleh dr. Hegar berikut ini:

1. Pertama-tama posisikan ibu senyaman mungkin.
Sandarkan punggung ibu, bila perlu memakai bantalan, pakai bangku kecil untuk penyangga kaki, agar kaki ibu tidak tergantung selama menyusui. Tempatkan barang-barang yang akan dibutuhkan ibu sedekat mungkin agar mudah meraihnya.

2. Bayi berbaring miring menghadap ke ibu, sehingga perut Anda menempel pada perut bayi dan dada Anda menempel pada dadanya, serta wajah bayi menghadap payudara. Usahakan tubuh bayi berbaring dalam 1 garis lurus sehingga telinga, bahu, dan pangggul berada pada satu garis lurus.

3. Sangga seluruh tubuh bayi dengan baik. Bila bayi masih kecil, menyangga bisa dilakukan dengan satu lengan, dan bila bayi besar biasanya disangga dengan dua lengan. Bila perlu dibantu dengan bantal besar atau handuk besar yang digulung, yang diletakkan di pangkuan.

4. Pegang payudara oleh tangan ibu yang lain. Ibu jari di bagian atas payudara, kurang lebih satu jari di atas areola atas, sedangkan empat jari yang lainnya menyangga payudara bagian bawah, sehingga payudara terangkat dan puting mengarah ke atas.

5. Rangsang bayi agar membuka mulutnya dengan menyentuhkan puting pada bibirnya.

6. Tunggu bayi membuka mulutnya selebar mungkin. Saat itu memasukkan payudara sebanyak mungkin ke dalam mulut bayi, sehingga makin banyak saluran ASI yang masuk kedalam mulut bayi dan ujung puting berada pada langit-langit lunak bayi. Isapan bayi biasanya dapat dirasakan oleh ibu.

"Proses menyusui merupakan jalinan ikatan batin antara ibu dan bayi. Ibu harus menyiapkan dirinya agar berada dalam keadaan baik saat menyusui. Perasaan depresi, marah dan nyeri harus dihindarkan saat menyusui karena dapat menghambat produksi ASI," tutup Hegar.

 

 


IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui