Rabu, 20 Agustus 2014 14:53

LIFESTYLE / FOOD - ARTIKEL

Jangan Abaikan Peran Buah Saat Berpuasa

Penulis : Lusia Kus Anna | Kamis, 9 Agustus 2012 | 12:30 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock
Tak perlu makan banyak saat sahur tapi pastikan kebutuhan nutrisi tercukupi.
TERKAIT:

Kompas.com - Puasa seharusnya tidak menghalangi aktivitas sehari-hari. Untuk tetap menjaga energi sepanjang hari, pemilihan makanan yang berkualitas adalah kuncinya. Apalagi saat sahur pada umumnya orang tidak bisa mengonsumsi makanan terlalu banyak.

Tubuh kita memerlukan karbohidrat sebagai sumber energi. Sekitar 65 persen dari makanan yang dikonsumsi harus berbentuk karbohidrat kompleks seperti buah-buahan dan sayuran, biji-bijian, pasta, atau beras merah.

Saat sahur, sangat disarankan untuk mengonsumsi buah dan sayuran karena mengandung serat dan memiliki indeks glikemik rendah sehingga membantu menjaga kadar gula darah. "Kadar glukosa yang stabil membantu rasa kenyang lebih lama," kata Dr.Fiastuti Witjaksono, Sp.GK, ahli gizi dari Departemen Ilmu Gizi FKUI.

Selain itu konsumsi buah dan sayur juga akan membantu proses pencernaan yang optimal sehingga saluran cerna tetap sehat. Sebaiknya hindari terlalu banyak gorengan karena bisa menyebabkan ikatan oksigen turun sehingga kita mudah mengantuk di siang hari.

Fiastuti tidak merekomendasikan konsumsi makanan manis saat sahur. "Harus diingat bahwa gula bukan penambah tenaga. Kalau menu makan sudah lengkap, mengandung karbohidrat, protein, lemak dan serat, tidak perlu lagi minum manis," paparnya.

Untuk mereka yang ingin menjaga berat badan, sebaiknya buah dan sayur dikonsumsi sebelum makanan utama agar perut terasa lebih penuh sehingga asupan kalori tetap terjaga. Sebagai variasi, buah bisa dikonsumsi dalam bentuk segar, puding, asinan, atau pun di jus.

Buah-buahan yang kaya antioksidan seperti jeruk, kiwi, stroberi, atau tomat, disarankan untuk menjaga imunitas tubuh.

 


IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui