Rabu, 23 Juli 2014 06:26

LIFESTYLE / FITNES - ARTIKEL

Biar Bugar, Perbanyak Jalan Kaki

Penulis : Lusia Kus Anna | Kamis, 9 Agustus 2012 | 16:26 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock

Kompas.com - Jangan biarkan rasa malas menghalangi Anda untuk berolahraga. Bila waktu yang sempit menjadi alasan, lakukan saja olahraga jalan kaki. Murah, mudah, dan bisa dilakukan kapan pun.

Para pakar kesehatan menyatakan, jika ingin tubuh selalu bugar dan sehat kita dianjurkan berolahraga 30 menit setiap hari, lima kali dalam seminggu. Tetapi mereka yang tinggal di perkotaan pada umumnya jarang berolahraga karena alasan tidak ada waktu.

"Aktivitas fisik adalah obat mujarab yang akan membuat Anda sehat dan bahagia. Bahkan jika hal itu tak membuat berat badan berkurang, aktivitas fisik akan menurunkan risiko diabetes, kanker, tekanan darah tinggi, dan penyakit kronik lainnya," kata Thomas R.Frieden, direktur pusat pengendalian penyakit Amerika Serikat (CDC) seperti dikutip WebMD.

Menurut penelitian tahun 2010 yang dilakukan CDC, sekitar 62 persen orang dewasa di AS kini memilih berjalan kaki 10 menit setiap hari sebagai bagian dari olahraga mereka.  Jumlah itu melonjak dari tahun 2005 yang hanya 6 persen.

Jalan kaki adalah olahraga semua umur, tidak memerlukan alat apa pun selain alas kaki yang nyaman, serta bisa dilakukan di mana saja. Semakin jauh kita melangkah, makin banyak kalori yang terbakar. Bila ingin pembakaran lebih lagi, tingkatkan saja kecepatan langkah kaki.

Anda bisa memulainya dengan berjalan kaki di sekitar kompleks perumahan setiap pagi atau dari tempat parkiran ke kantor Anda. Semakin terbiasa, tingkatkan lagi jaraknya sehingga durasi berjalan Anda semakin lama.

Meskipun tergolong aman, tetapi sebaiknya Anda mendengarkan isyarat tubuh untuk beristirahat. Hentikan kegiatan jika Anda merasakan keluhan sesak napas, pusing, mual, atau sakit pada tungkai.

 


IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui