Selasa, 16 September 2014 18:24

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Minuman Energi Bisa Merusak Gigi

Penulis : Lusia Kus Anna | Jumat, 10 Agustus 2012 | 14:53 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock
Ilustrasi

KOMPAS.com — Banyak cara menjaga kesehatan gigi. Selain menyikat gigi, menjauhi minuman energi dan sport drink bisa menjadi pertahanan terhadap masalah gigi.

Banyak orang yang mengira minuman energi dan sport drink lebih sehat dibandingkan minuman soda untuk kesehatan gigi. Padahal, minuman energi dan sport drink juga bisa menyebabkan gigi berlubang.

Menurut Poonam Jain, minuman energi dan sport drink mengandung gula tersembunyi, dan juga tinggi kafein dan berbagai kandungan lain. Selain itu, minuman yang diklaim bisa meningkatkan kebugaran itu juga memiliki tingkat keasaman yang tinggi.

Jain dan timnya meneliti tingkat keasaman 13 merek sport drink dan 9 minuman energi yang beredar di Amerika Serikat. Kemudian mereka menguji enam minuman untuk melihat dampaknya pada email gigi dan menemukan bahwa semuanya menyebabkan kerusakan.

Minuman energi menyebabkan kerusakan dua kali lebih parah karena kerusakan enamelnya sulit diperbaiki. Menurut Jain, terlalu sering mengonsumsi minuman energi dan sport drink bisa menyebabkan email gigi terkikis sehingga lebih rentan rusak dan sensitif.

Beberapa produk minuman energi yang dites oleh Jain antara lain Red Bull, Gatorade Blue, Von Dutch, Powerade, 5-hour Energy, dan sebagainya.

Karena tingkat keasamannya tinggi, Jain tidak merekomendasikan untuk menyikat gigi segera setelah mengonsumsi minuman energi dan sport drink karena bisa menyebarkan keasamannya. "Tunggu sampai 30 menit sampai tingkat keasamannya kembali normal," katanya.

Menanggapi hasil penelitian Jain tersebut, produsen minuman di AS mengatakan bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan gigi rusak, dan tidak bisa disalahkan pada satu jenis minuman saja.


Sumber :

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui