Kamis, 24 Juli 2014 21:45

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Kapan Harus ke UGD?

Penulis : Lusia Kus Anna | Sabtu, 11 Agustus 2012 | 12:41 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

Kompas.com - Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 20 persen kunjungan ke unit gawat darurat (UGD) tidak diperlukan. Tentu saja hal itu bisa menyebabkan pengeluaran yang tidak perlu. Untuk mengetahui apakah gejala yang dirasakan adalah sebuah kegawatan, ingat saja rumus ABCDE ini:

A - Airway (pernapasan)
Yang harus diwaspadai adalah kondisi yang menyebabkan saluran pernapasan terhambat, misalnya tersedak.

B - Breathing (bernapas)
Waspadai jika terjadi percepatan atau penurunan napas, tersengal-sengal, atau kulit menjadi kebiruan.

C- Circulation (sirkulasi)
Waspadai jika terjadi hilang kesadaran, perdarahan, agitasi

D - Disability (tidak mampu bergerak) atau dehidrasi
Waspadai jika terjadi luka atau ketidakmampuan untuk berjalan atau bicara, serta ketidakmampuan untuk menelan cairan.

E- Exposure (paparan dari lingkungan)
Paparan dari lingkungan yang dianggap berbahaya antara lain hipotermia, keracunan, atau terkena panas.

 


Sumber :

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui