Kamis, 30 Juli 2015

Health

Pensiunan yang Aktif Lebih Panjang Umur

Jumat, 31 Agustus 2012 | 12:09 WIB

KOMPAS.com — Banyak orang menanti-nanti masa pensiun karena bisa bersantai sepanjang hari. Namun, studi terbaru menyarankan agar para pensiunan tetap memiliki gaya hidup sehat dan aktif secara fisik supaya panjang umur.

Dalam penelitian di Swedia terhadap 1.810 orang berusia di atas 75 tahun diketahui bahwa pria yang memiliki gaya hidup sehat memiliki usia enam tahun lebih panjang. Adapun pada wanita "bonusnya" mencapai lima tahun.

Gaya hidup kegemukan, merokok, dan sering meminum alkohol bukan hanya menyebabkan penyakit, melainkan juga memperpendek umur.

Para peneliti mengatakan, mereka tidak tahu seberapa besar efek gaya hidup sehat pada para pensiunan yang sudah berusia di atas 75 tahun itu. Dengan demikian, mereka terus mengamati kesehatan para responden sampai 18 tahun.

Hasilnya diketahui bahwa para perokok meninggal lebih cepat, tetapi orang-orang yang berhenti merokok di usia pertengahan akan hidup lebih lama seperti halnya yang bukan perokok.

Sementara itu, secara umum kelompok lansia yang tetap bergaya hidup sehat tersebut bisa hidup lima sampai enam tahun lebih lama. Bahkan di usia 85 tahun, gaya hidup sehat akan memperpanjang usia sampai empat tahun.

"Hasil penelitian ini bisa menjadi bukti yang kuat bahwa di usia 70 tahun belum terlambat bagi kita untuk mengubah gaya hidup sehat dan mendapatkan bonus panjang umur," kata Alan Maryon-Davis, profesor kesehatan masyarakat dari King's College London, menanggapi hasil riset ini.

Selain mengasup makanan yang sehat dan seimbang serta berolahraga, para pensiunan juga disarankan untuk tetap aktif di komunitas sosial.

 

Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: