Selasa, 7 Juli 2015

Health

Tidur Lebih Penting ketimbang Seks?

Rabu, 5 September 2012 | 08:16 WIB

KOMPAS.com — Riset terbaru menunjukkan, banyak pasangan suami istri kini lebih mementingkan tidur ketimbang harus berhubungan seks. Temuan para ahli dari Amerika Serikat ini menegaskan bahwa kehidupan setelah pernikahan dan hubungan seks antarpasangan rupanya tidak sederhana.

Studi terbaru dari National Sleep Foundation menemukan, satu dari empat orang Amerika yang telah menikah mengaku kurang tidur. Mereka mengaku terlalu lelah untuk melakukan hubungan seks dengan pasangannya. Tidak mengherankan mengapa tidur mengalahkan seks. Sebab, setelah menikah, kewajiban kerja, kebutuhan keluarga, dan interaksi sosial menyita banyak tenaga untuk diutamakan.

Belum lagi masalah tekanan keuangan, kesehatan, dan kesejahteraan hubungan, menempatkan aktivitas seks menjadi daftar paling bawah. Bahkan, ketika akhirnya telah berada di ranjang, banyak dari pasangan lebih senang memegang gadget ketimbang tangan suami atau istrinya.

"Banyak dari kita menjadi multitasking sepanjang hari dalam waktu yang lama. Hal ini dapat memperkaya kemampuan diri, tetapi juga mengorbankan kehidupan seks," kata Amy Levine, pengamat seks dan pendiri Ignite Your Pleasure.

Dalam beberapa kasus, kelelahan bukanlah satu-satunya alasan mengesampingkan seks. Ada pula orang dengan kondisi kesehatan dengan diagnosis menderita sindrom kelelahan kronis menjadi penyebabnya. Faktor lainnya yakni gaya hidup yang terlalu sibuk, kebosanan, dan hasrat seksual rendah.

Menurut sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine, sepertiga dari responden menemukan hasrat seksual mereka cukup rendah. Libido yang rendah baik pada pria dan wanita banyak pemicunya, seperti stres, rasa cemas, dan khawatir. Mereka yang memiliki libido rendah merasa terlalu lelah untuk berhubungan seks. Para ahli percaya, libido yang rendah ini menimbulkan masalah bagi pasangan.

"Banyak wanita merasa puas dan menikmati setelah hubungan seks berlangsung. Tetapi, mereka terlalu lelah dan stres untuk merasakan hasrat seksual," jelas Laurie Mintz, profesor psikologi dari Universitas Florida dan penulis A Tired Woman's Guide to Passionate Sex.

Dalam bukunya, Laurie memberi saran bagaimana pasangan dapat kembali meningkatkan gairah seksual, kepuasan, dan fungsi seksual berjalan semestinya. Pasangan suami istri disarankan untuk tidur teratur dan mencurahkan lebih banyak waktu saat bangun pagi untuk pasangan.

Menurut Laurie, kadang pasangan perlu berpikir lain dari biasanya. Jika mereka terbiasa berhubungan seks di malam hari, kebiasaan itu bisa diubah. Seks kilat di pagi hari akan terasa lebih intim dan menggairahkan. Apabila pasangan telah memiliki anak, sesekali titipkan mereka ke pengasuh atau orang tua. Kemudian, atur waktu kencan khusus berdua. "Pertemuan yang dijadwalkan dapat membantu membangun kembali hubungan dan meredakan ketegangan dalam hubungan Anda," ujarnya.

Editor : Asep Candra
Sumber: