Rabu, 23 Juli 2014 16:53

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

HIV/AIDS Juga Bisa "Sembuh"

Penulis : Lusia Kus Anna | Kamis, 6 September 2012 | 16:54 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Kapsul obat AIDS, dikenal sebagai AZT (azidodideoxythymidine, juga disebut zidovudine atau Retroviral). AZT merupakan obat pertama yang efektif melawan human immunodeficiency virus (HIV), penyebab AIDS
TERKAIT:

KOMPAS.com - Kemajuan pengobatan anti-HIV atau obat antiretroviral (ARV) telah memberikan harapan akan dikalahkannya penyakit HIV/AIDS yang ditemukan sejak 30 tahun lalu. Para ilmuwan pun optimis virus HIV bisa dihilangkan sama sekali dari dalam tubuh pasien.

Menurut pakar penyakit AIDS dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof.Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM, pengertian sembuh dalam infeksi HIV/AIDS adalah sembuh fungsional yang berarti virusnya tetap ada, tetapi tidak berkembang. Pasien juga bisa lepas dari obat anti-HIV atau ARV.

"Orang-orang yang mendapatkan terapi ARV dan pengobatannya terkontrol bisa tetap sehat, produktif, dan hidup normal sampai puluhan tahun. Bukan hanya di dunia, di Indonesia jumlahnya ribuan yang seperti itu," katanya.

Ia menjelaskan, memang ada tiga orang yang pernah didiagnosis positif HIV, namun kini dinyatakan sembuh total. Salah satunya adalah seseorang yang menderita leukimia dan menerima transplantasi sumsum tulang belakang. Setelah ditransplantasi virusnya tak terdeteksi lagi alias sembuh total.

"Ada juga belasan orang lainnya yang virusnya sudah tidak terdeteksi lagi dalam tubuhnya dan hidup sehat. Tetapi mereka ini masih dalam pengawasan ketat para ahli," katanya.

Faktanya adalah lebih dari 70 persen orang dengan HIV/AIDS yang mendapatkan pengobatan ARV menunjukkan peningkatan CD4 atau indikator fungsi kekebalan tubuh.

Orang-orang yang berhasil mengendalikan virus HIV tersebut adalah mereka yang langsung mendapatkan obat ARV selama tiga tahun begitu didiagnosa positif HIV.

Pemberian ARV sendiri juga diwajibkan kepada ibu hamil yang positif HIV. Di beberapa negara tindakan tersebut berhasil menekan penularan HIV dari ibu kepada bayinya.

Di Indonesia sendiri cukup sulit karena tidak semua ibu hamil dites HIV. Padahal, saat ini jumlah ibu rumah tangga yang tertular HIV terus meningkat. Umumnya mereka tertular dari suami.



Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui