Kamis, 2 Oktober 2014 09:22
U19 banner dropdown

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Cincin Vagina, Calon Pengganti Kondom?

Penulis : Natalia Ririh | Jumat, 7 September 2012 | 13:45 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

KOMPAS.com - Ganasnya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang dapat menular melalui hubungan seksual, kadang menghalangi hubungan intim antarpasangan. Oleh karena itu, selain terus meneliti pengobatan paling efektif untuk mengalahkan penyakit HIV/AIDS, para ahli berusaha menemukan cara mencegah potensi penularan dari hubungan seksual.

Sebuah studi baru yang dicobakan pada monyet menemukan, sebuah cincin plastik berisi obat yang dimasukkan ke dalam vagina dapat mencegah penularan HIV selama hubungan intim berlangsung. Dalam studi tersebut,  monyet yang memakai cincin vagina berisi obat dibandingkan monyet lainnya tanpa cincin terlihat tidak terpengaruh virus penyebab AIDS, yang sebelumnya disuntikkan lewat kateter ke dalam vagina mereka.

Hasil temuan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Translational Medicine memperlihatkan, cincin vagina memiliki potensi mencegah infeksi HIV, serta penyakit menular seksual lainnya seperti herpes dan infeksi akibat virus human papillomavirus (HPV). Cincin vagina dalam penelitian ini berisi obat anti HIV yang disebut MIV-150.

Dalam penelitian, monyet diberi cincin vagina dengan kandungan MIV-150 dan cincin vagina berisi plasebo. Cincin vagina ini dimasukkan ke dalam vagina monyet dua minggu atau 24 jam sebelum monyet diinjeksi virus SHIV. SHIV berisi gen HIV dan SIV, bentuk HIV pada monyet.

Di antara monyet yang menerima cincin vagina MIV-150, dua dari 17 monyet atau 11,7 persen terinfeksi virus. Sedangkan monyet yang tidak memakai cincin vagina, 11 dari 16 monyet atau 83 persen terinfeksi virus. Secara keseluruhan, cincin vagina 83 persen lebih efektif mencegah infeksi SHIV dibanding plasebo.

Sementara itu, para peneliti menyarankan agar obat oral yang melindungi serangan HIV yakni obat anti retroviral perlu dikonsumsi setiap hari. Juga, gel mikrobisida harus dipakai setiap kali orang dengan HIV/AIDS berhubungan seks.

Tom Zydowsky, salah seorang peneliti mengatakan mereka ingin mengembangkan sebuah cincin yang dapat dipakai wanita dengan nyaman dan mereka dapat sesaat melupakan sakitnya setidaknya selama 3 bulan.

"Temuan ini bertujuan memberikan pilihan kepada orang-orang," ujar Tom yang juga seorang ilmuwan senior di Population Council, sebuah organisasi nirlaba di New York City yang meneliti HIV / AIDS dan kesehatan reproduksi.

Lalu bagaimana dengan kondom? Tom mengatakan kondom memang efektif mencegah penularan HIV/AIDS bila digunakan secara benar. Akan tetapi, banyak wanita mendapati pasangannya tidak mau mengenakan kondom saat berhubungan seks.

Meski demikian, penelitian ini baru langkah pertama dalam pengembangan cincin vagina anti HIV. Karena baru dilakukan dengan hewan, maka belum jelas seberapa baik temuan ini berpengaruh pada manusia. Para peneliti berencana untuk menguji formulasi alternatif cincin vagina yang dapat melindungi serangan virus herpes serta HIV.



Sumber :
Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui