Jumat, 31 Oktober 2014 12:33
Caring by Sharing | Kompas.com

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Pernikahan Bantu Pasien Kanker Bertahan Hidup

Penulis : Natalia Ririh | Minggu, 9 September 2012 | 15:37 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Ilustrasi

KOMPAS.com — Pernikahan adalah bersatunya dua insan dalam sebuah ikatan suci. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa pernikahan dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan, baik secara fisik maupun mental.  Sebuah penelitian terbaru kembali membuktikan manfaat menikah, khususnya bagi kualitas kesehatan para penderita kanker.

Menurut riset yang dipresentasikan dalam Multidisciplinary Symposium in Thoracic Oncology di Chicago, AS, pernikahan membuat para pasien kanker paru-paru lebih mampu bertahan hidup. Dukungan pasangan rupanya memberi arti penting selama pasien dalam masa-masa pengobatan dan perawatan.

Penelitian yang dipimpin Elizabeth Nichols, MD, seorang pakar onkologi dari University of Maryland Greenebaum Cancer Center menunjukkan, status pernikahan dinilai membawa arti penting bagi kelangsungan hidup para pasien kanker paru-paru stadium lanjut.

"Temuan kami menunjukkan pentingnya dukungan sosial dalam pengobatan pasien kanker paru-paru. Pasien memerlukan bantuan dalam kesehariannya, begitu juga pengobatan dan perawatannya," ujarnya.

Dalam riset tersebut, peneliti melibatkan 168 pasien yang telah menjalani terapi pengobatan kanker selama 10 tahun terakhir. Setelah diteliti, 33 persen pasien yang telah menikah mampu bertahan hidup tiga tahun lebih lama bila dibandingkan 10 persen pasien lajang.

Pada pasien wanita yang telah menikah, peluang mereka bertahan hidup hingga tiga tahun ke depan 43 persen lebih besar. Adapun peluang bagi pasien pria lajang hanya 3 persen selama periode yang sama. Namun, peluang hidup paling rendah adalah pada pasien yang dipisahkan setelah mendapat diagnosis kanker, dibanding pasien lajang ataupun yang menjanda.

Hasil penelitian lain yang dipublikasikan tahun lalu menunjukkan, menikah erat kaitannya dengan daya juang untuk bertahan hidup. Dalam studi ini, 440.000 responden dari Norwegia diteliti. Hasilnya, pasien pria yang lajang lebih bertahan hidup daripada pasien wanita lajang. Namun, hasil penelitian terbaru menunjukkan sebaliknya.

Terlepas dari hasil penelitian terbaru ataupun sebelumnya, yang terpenting adalah dukungan untuk pasien kanker mampu meningkatkan kelangsungan hidupnya. Bahkan, ini lebih membantu pasien daripada teknik baru pengobatan kanker.


Sumber :
Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui